Friday, December 31, 2010

Perkembangan Sayyid 7 bulan

Astaghfirullahul'adzim...
akhir2 ini kesibukan makin menjadi, jadi tak sempat (lebih pada nggak mood) ngeblog deh...
paling2 baca2 dari detik/milis/dsb terus dicopast ke note facebook/blog ini... 

So, udah telat 2 minggu nih posting perkembangan Sayyid...

Hmmm 7 bulan Sayyid, alhamdulillah udah:
  • Jago makan... makannya lumayan banyak (nanti aku share di blog lain ttg pengalaman pertama sayyid makan) dan BAB nya juga buaanyaak dehh.. hehe
  • Sudah mulai tegak duduknya... jadi seringkali aku ajak makan dengan membiarkan sayyid duduk sendiri di lantai/tempat tidur... karena aku gak punya high chair (ke-gaya-an ah beli2 macam itu... gak sesuai dengan gaya hidup :)) ) jadi ya mendingan duduk aja di lantai... 
  • ngocehnya mulai bervariasi: mama, papa, baba, emi, dan lain2 yang belum bisa dimengerti... tapi lucuuu kalo ngoceh ada ekspresinya, seolah2 emang sayyid lagi cerita sesuatu... dan aku tanggepin aja,"Ooooh gitu yaa.... iya yaa... pinterrr" hehe 
  • mulai mengamati benda2 kecil, termasuk semut semut kecilll... :D
  • mulai protes kalo mainannya diambil... alih2 marah malah dibuang tuh mainan.... maaf yaa sering jadi keisengan ummy dan abby nya...
  • ohya, arti tangisan sayyid udahada beberapa yang bermakna jelas, seperti pengen diangkat utk bisa duduk, pengen bobo aja gak mau digendong, dsb ... 

Apa lagi yaa... karena udah 2minggu lewat dan ini nulisnya juga di tengah2 ke-stress-an kerjaan, jadi mungkin ada yang terlewat... 

ohiya... harusnya ini diceritain di perkembangan sayyid 8 bulan, tapiii... kabar gembiranya adalah....

SAYYID UDAH PUNYA 2 GIGI BAWAH.... HOREEE....
tapi efeknya dia suka gigit2 kalo nangis.... hiks sakittt... :(

So, udah dulu yaa... bentar lagi aku harus berangkat ketemu client...... huhuhu

Tuesday, December 21, 2010

what's wrong with me....

Hoammppph...
feel so tired... headache... nausea... stiff... sleepy all the day...
since Saturday... 

now i really want to sleep...
but, I think I've sleep well last night....
and yet... i'm still on my office...

on the past...
this situation make me lazy to go home...
but now...
I wanna go home soon ... as soon as possible... ^^

Sunday, December 19, 2010

sayyid ber-acapella




wa wa wa wa wa wa...
awalnya karena aku iseng2 suka nutup buka tangan ke mulutnya kalo sayyid lagi mangap... eh eh eh cerdasnya sayyid...
sekarang setiap deketin tangan ke mulutnya, sayyid langsung membuka suara sehingga terdengar suara wa wa wa wa... haha

Wednesday, December 8, 2010

Efek Sinar Biru Televisi Terhadap Kecerdasan Anak

Efek Sinar Biru Televisi Terhadap Kecerdasan Anak

(sumber: http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=188194) 

 

Sabtu, 8 Desember 2007

Cara paling mudah dilakukan para pengasuh anak maupun para ibu untuk membuat anaknya duduk tenang adalah dengan menyalakan televisi. Anak terlihat riang menonton tayangan televisi, sementara para ibu atau pengasuh bayi bisa melakukan berbagai pekerjaan mulai dari membereskan rumah, mencuci hingga memasak untuk keluarga.

 

Banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan para ibu, tanpa disadari mereka membiarkan anak menonton televisi sepanjang hari. Padahal, ada bahaya mengintai bagi anak, terutama balita (bayi di bawah lima tahun) bila anak terlalu banyak menonton televisi. Kecerdasan adalah taruhannya!

 

"Televisi memiliki dampak positif dan negatif bagi anak. Tetapi membiarkan anak menonton televisi sepanjang hari, pastinya akan menurunkan tingkat kecerdasan anak," kata dr Hardiono D Pusponegoro SpA (K), dokter spesialis anak konsultan neurology dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dalam media edukasi tentang "Efek Sinar Biru Televisi Terhadap Kesehatan Mata Anak", di Jakarta, Rabu (28/11).

 

Dr Hardiono menjelaskan, dengan hanya menonton televisi, otak kehilangan kesempatan mendapat stimulasi dan kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam hubungan sosial dengan orang lain, bermain kreatif dan memecahkan masalah. Selain itu, televisi bersifat satu arah, sehingga membuat anak kurang mengeksplorasi dunia tiga dimensi dan kehilangan peluang mencapai tahapan perkembangan yang baik.

 

"Sebuah penelitian di Amerika menunjukkan anak usia dibawah lima tahun yang rata-rata menonton televisi 2 jam sehari, setelah usianya beranjak 6-7 tahun diketahui mengalami penurunan kemampuan membaca dan daya ingat," ucapnya.

 

Hal senada dikemukakan Elly Risman, psikolog anak yang juga Ketua Yayasan Kita & Buah Hati. Katanya, banyak orang tua yang "membayar kekurangan waktu bersama" dengan anaknya dengan memberi berbagai permainan elektronik seperti play station (PS), video game, handphone dan lainnya.

 

Sementara, bagi orangtua yang kurang mampu, memberi uang kepada anaknya untuk bermain video game di warnet atau ke rental PS. Anak bermain video game selama berjam-jam.

 

"Setelah sampai rumah, anak kembali berhadapan dengan televisi. Menonton tayangan televisi sepanjang hari. Televisi telah menjadi baby sitter bagi anak kita. Bahkan sebuah harian Jakarta pernah melakukan penelitian bahwa anak Indonesia menonton televisi rata-rata 3-6 jam per hari. Itu berarti 2 kali lipat dibandingkan anak Australia, 3 kali lipat dibandingkan anak Amerika dan 5 kali lipat dibandingkan dengan anak Kanada," tutur Elly Risman.

 

Ia menambahkan, sambungan-sambungan antar synaps (jaringan dalam otak yang membuat cerdas seorang anak) sangat ditentukan oleh gerakan tubuh. Bila anggota tubuh bergerak, maka otak akan membuat jaringan tentang aktifitas itu terus menerus sehingga menjadi kebiasaan. Otak akan mengabadikannya. Synap tidak berkembang dengan baik.

 

"Karena itu, para ahli neuroscience sepakat, yang saya kutip dari situsnya www.tvturnoff.com bahwa menggunakan mata menonton televisi terlalu banyak akan membuat anak kesulitan membaca," tuturnya.

 

Efek Sinar Biru Dr Hardiono menambahkan, bahaya televisi lainnya adalah efek sinar biru. Sinar biru adalah sinar dengan panjang gelombang cahaya 400-500 nm yang dapat berpotensi terbentuknya radikal bebas dan menimbulkan fotokimia ada retina mata anak. Lensa mata anak masih peka dan belum dapat menyaring bahaya sinar biru. Karena itulah risiko terbesar kerusakan akibat sinar biru terdapat pada usia dini.

 

"Jadi efek negatif dari televisi jadi ganda. Tidak hanya mengganggu kecerdasan anak, tetapi juga kesehatan matanya," ucap dr Hardiono.

 

Ia memaparkan, bayi dilahirkan dengan lensa yang relatif yang secara bertahap dan alami berubah menjadi kuning sejalan dengan usia. Perubahan warna tersebut menghambat secara progresif sinar biru yang melewati lensa sebagai fungsi linear usia. Sekitar 70-80 persen sinar biru dapat mencapai belakang mata pada usia 0-2 tahun dan 60-70 persen pada usia 2-10 tahun. Sedangkan sinar biru yang disalurkan pada usia 60-90 tahun hanya mencapai 20 persen. "Masalah gangguan mata pada balita ini dapat diatasi dengan mengkonsumsi lutein sebagai carotenoid alami yang dapat membantu melindungi mata anak yang masih peka terhadap bahaya sinar biru. Lutein dapat membantu melindungi mata dari kerusakan dengan cara menyaring sinar biru yang berperan sebagai antioksidan. Sayangnya, tubuh tidak dapat mensitesa lutein. Kebutuhan lutein harus diambil dari sayuran, buah, suplemen dan ASI (Air Susu Ibu)," tutur pendiri Klinik Anakku itu.

 

Upaya yang bisa dilakukan orangtua untuk meminalisir efek sinar biru terhadap kecerdasan dan kesehatan anaknya, menurut dr Hardiono, adalah membatasi intensitas dan frekuensi anak beraktivitas di depan layar televisi atau monitor. Orangtua perlu untuk merangsang anak melakukan aktivitas lain seperti bermain dengan teman dan lingkungannya, berolahraga dan aktivitas kreatif lainnya untuk merangsang perkembangan otaknya semakin lengkap.

 

"Salah jika ada anggapan jika sel otak berkembang sepanjang usia. Sel otak justru berkembang dengan cepat dan lengkap dibawah usia 5 tahun atau dikenal dengan istilah the golden age. Hal itu yang harus disadari banyak orangtua," kata dr Hardiono.

 

Sementara Elly Risman mengemukakan, masyarakat membutuhkan informasi dan pembelajaran mengenai dampak dari berbagai layar itu bagi pertumbuhan fisik anak, terutama masalah penglihatan mereka dan perkembangan jiwa dan spiritualnya. Karena sebenarnya dalam hidup seseorang anak manusia bukan hanya memerlukan gizi fisik, tetapi juga gizi manusia dan gizi spiritual.

 

Untuk itu, lanjut Elly, semua pihak perlu memberi kontribusi dan kerjasamanya, terutama pemerintah. Diperlukan tiga C dari pemerintah, yaitu concern, commitment dan continuity. Diharapkan, masyarakat bisa memiliki kesadaran dan pengetahuan tentang dampak layar bagi kehidupan buah hati. Sehingga mereka dapat bersikap dan kemudian menunjukkan perilaku yang sehat terhadapat pemanfaatan teknologi.

 

"Jika anak sudah terlanjur memiliki kebiasaan buruk dan perilaku kasar pada usia 0-7 tahun, harus mampu dibayangkan apa yang akan terjadi di masa depan. Mengasuh anak di era layar seperti sekarang ini diperlukan kesepakatan orangtua untuk menjalankan pengasuhan bersama, bukan pada satu orang saja. Misalnya, pada istri atau suami," kata Elly menandaskan. (Tri Wahyuni)

Friday, November 19, 2010

My first challenging 6 month ... relaktasi dan MPASI (selesai)

Bismillahirrahmaanirrahiim...

Ini lanjutan blog yang kemarin...
Semua yang kutulis ini betul2 dari pengalaman pribadi..
dengan tujuan utama mencatat suatu peristiwa penting di hidupku yang bisa menjadi pelajaranku
kelak bila Allah kembali menitipkan makhluknya padaku... 
tujuan utama lainnya adalah utk sharing terutama bagi yang sedang menunggu calon buah hatinya...
agar tidak mengikuti jejakku... tapi ambil setiap hal positif yang ada...

Yapp Relaktasi = re + laktasi = kembali menyusui...
Ya kembali menyusui... menjadi hal yang aku niatkan seketika aku keluar dari RS...
Proses yang teramat berat... menguras emosi, menguras tenaga tapi banyak sekali pelajaran di dalamnya...

Dengan berbekal hanya 1 pydr yaitu pydr kiri... aku niatkan utk kembali menyusui 
aku niatkan untuk menghentikan penggunaan sufor
aku niatkan untuk memberi yang terbaik untuk Sayyid..
sufor baik... tapi tidak ada yang lebih baik dari ASI..
karena ASI benar2 langsung diciptakan oleh Allah Sang Pencipta...

Bagaimana caranya utk relaktasi..
Kucari2 tentunya melalui internet, karena untuk kali ini tidak ada satupun dari keluarga yang bisa dijadikan referensi...
Sejak masuknya aku ke RS, aku kembali rajin browsing2 internet...
Alhamdulillah seminggu sebelum masuk RS, suamiku sempat beli modem Smart...
Jadi yang biasanya kalo mau internetan harus ribet2 bawa laptop ke rumah orangtua (meskipun hanya berjarak 3 langkah kaki hehe)
Sekarnag bisa internetan full d rumah sendiri...
Aku mulai aktifkan bertanya ke milis sehat, gugling dsb ...

Jadi, bagaimana caranya utk relaktasi..
jawabannya simple... hanya dengan menyusui kembali bayi...

Awal keluar dari RS... aku masih berasa lemas tak berdaya *lebayy*
Dengan modal pydr kiri yg masih flat juga...
Aku coba "paksakan" Sayyid untuk mau menyusui...
Tentunya diawali dengan penolakan...
tapi karena aku keukeuh dan sambil juga aku ajak bicara Sayyid 
bahwa aku, ummynya hanya ingin kasih yang terbaik utk sayyid...

Pastinya saat itu kondisinya juga diperparah dengan "bingung ptg"
yaitu kondisi dimana bayi sudah terbiasa enak mimi dengan botol dan dot,
sehingga tidak mau menyusui langsung...

Berat buuu...
setiap mau meyusui pasti diiringi dengan tangisan... 
ujung2nya Sayyid pura2 tidur... *hihi lucu ya* supaya aku berenti maksain Sayyid nen...
Jadi, baru nen sebentar udah tidur... ditaro bangun deh *wong pura2 tidur kok* 
Akhirnya menyerahlah aku, dan kasih Sayyid sufor kembali...

Lama kelamaan akhirnya Sayyid terbiasa juga, nen dari yg kiri... meskipun tetap masih flat...
Alhamdulillah...
tapi proses menyusuinya jadi lamaa bangett... bisa lebih dari 1 jam selesai... itu pun masih nangis
dan akhirnya ditambahlah sufor....

Lalu kemudian Alhamdulillah 1minggu setelah keluar dr RS, pydr kananku kembali bisa digunakan...
Walaupun masih nyeri, tpp gpp yg penting lukanya dah sembuh...
Dan dalam beberapa hari kemudian, akhirny aku menikmati yang namanya proses menyusui
tanpa sakit, tanpa nyeri dan gak keringetan lagi :D

Aku susui Sayyid dr kanan dan kiri... 
tapi tetepp bisa 1 jam lebih.. terus Sayyid nangis...
ibuku yang ngeliat aku, langsung gemes... dan nyuruh aku kasih sufor...
terus saja seperti itu...

Tapi, aku tetap bersikukuh untuk tetap menyusui langsung dulu sebelum kasih sufor...

Saat itu aku masih dalam cuti melahirkan.. tinggal beberapa minggu lagi...
targetku adalah ketika aku masuk kerja, sudah kembali full ASI.. 
aku masuk kembali saat Sayyid berusia 2bulan...

Alhamdulillah peningkatan demi peningkatan terjadi...
Mulai dari kombinasi nen dan sufor sepanjang hari...
Meningkat menjadi kombinasi nen dan sufor hanya siang hari... sedangkan malam full ASI...
Meningkat lagi menjadi kombinasi nen dan sufor hanya 2 kali di siang hari, sedangkan malam full ASI...
meningkat lagi menjadi 1 kali di siang hari, dan malam tetap full ASI...
Alhamdulillah wa syukurillah...

* ohya pesan singkat: untuk masalah pumping, nanti aku ceritakan di blog lainnya yaa *

Tapi ujian tidak sampai situ saja kawann...
Ujian sufor sudah lewat.. ya iyalah wong aku dah make sufor...
Sekarang ada tambahan lainnya, yaitu masalah MPASI (makanan pendamping ASI)
Aku memegang teguh rekomendasi MPASI saat 6bulan nanti...

Tapi, seperti yg aku jelaskan di blog sebelumnya, hal ini sangat tidak populer di keluargaku termasuk keluarga besarku...
Paling bagus MPASI saat 4 bulan.. Sisanya bahkan ada yang baru lahir sudah dikasih pisang.. haha
Jadi, tiupan mpasi ini mulai berhembus kencang beberapa hari seblum cutiku selesai...

Tidak hanya dari keluarga intiku, tapi keluarga besarku... om2 tante2... dsb
Ibuku sempat bercerita, bahwa salah 1 keponakanku pernah diam2 dikasih pisang sama eyang utinya...
dan ibuku pun sempat cerita, bahwa ibuku sendiri pernah diam2 kasih bubur ke salah 1 cucunya...
dan sampai akhirnya ibuku punya rencana utk kasih bubur ke Sayyid diam2 saat aku kerja nanti...

Saat itu setan keputus asaan mulai menghampiri...
Idealismeku tiba2 hilang begitu aja...
"Bodo amat ahh... kasih2 makan aja sekalian... udah pasti gagal ASIX nya"

Tapi, alhamdulillah berkah dari ikut milis sehat, dsb
setan keputusasaan akhirnya lenyap malah berganti tekad untuk tetap bertahan MPASI saat Sayyid 6 bulan nanti...

Akhirnya tibalah saat masuk kantor kembali...
targetku gagal utk full ASI saat 2 bulan... aku naikkan lagi targetnya jadi 3bulan...

Tapi, Alhamdulillah peningkatan demi peningkatan kembali terjadi
Yang terakhir adalah kombinasi nen dan sufor 1 kali di siang hari, dan malam tetap full ASI...
lalu meningkat menjadi full ASI saat weekend.. yeeayyy Alhamdulillah
tapi itu pun masih labil...
Apalagi kalau ibuku melihat Sayyid nangis setelah nen, pasti ibuku langsung komen, "ASInya kurang tuhh... masih laper.. udah kasih susu" karena masih labil dan pede-ku belum tinggi ya aku iyakan saja dengan mata berlinang... maaf ya nak

Sampai suatu saat, ketika aku pulang kerja...
dengan lelah yang teramat sangat.. setiap pulang dan Sayyid belum bobo, aku langsung menyusui Sayyid sampai Sayyid bobo... 
Ibuku duduk di depanku, lalu mengatakan hal yg dikatakan salah satu keluargaku... yang intinya jangan memaksakan kasih ASI...
Mungkin ASI-ku kualitasnya gak bagus... jadi bayinya gampang laper.. Sayyidnya juga gak gede2... (memang berat Sayyid tidak terlalu signifikan peningkatannya ... umur 2 bulan hanya 3,6kg.. dari berat lahirnya 3,1kg

Jlebbb!!! kualitas ASI gak bagus???
Tapi, ntah dari mana kekuatan itu datang... aku dengan tegas menjawab "Gak mungkin ASI gak bagus.. wong ASI itu langsung diciptain Allah kok.. Lagian ada kok temanku yang anaknya juga kayak Sayyid beratnya gak gede2 bangett.. tapi sehat... (makasih Widya utk sharingnya)"

Saat itu yg aku fikir adalah ALLAH MAHA ADIL... gak mungkin Allah ngebeda2in ASI tiap makhluknya...
bahkan ibu yang kurang gizi pun masih bisa menyusui... 
masa iya aku yang makannya teratur dan sehat dibilang kualitas ASInya gak bagus...
Aku gak bisa nyalahin pendapat salah 1keluargaku itu..
karena beliau pun mendapat fikiran spt itu adlh hasil konsultasi dengan dokter anaknya ...

Bukan itu saja... akhirnya salah 1 keluargaku itu pun bilang kalau "Sayyid kayak anak panti asuhan... masih kecil aja..."
Sediiih bangettt denger itu... tp lagi2 dengan kekuatan Allah aku menyangkal pernyataan itu dengan mengatakan "ada kok temanku yg anaknya kayak gini.. tapi yang penting sehatt" 
Hampir berlinang air mata ini.. tapi aku gak boleh sedih,..
karena emosi ibu sangat berpengaruh di produksi ASI utk bayi... Saat itu aku masih menyusui Sayyid sampai akhirnya Sayyid tertidur...

Aku terus menerus menggali ilmu dari milis, kawan2 dsb...utk menguatkanku...
target 3 bulan belum tercapai juga.. tapi sudah lebih stabil..

Dukungan suami sesungguhnya mulai berkurang... Suamiku mulai membiarkanku...
Sampai akhirnya ada momentum special...
Saat suamiku berkeinginan utk pulang kampung ke bandung selama 4 hari... saat libur yg cukup lama...
Saat itu aku sedih bukan main.. krn kalau suamiku pergi, siapa yg mengurus kerjaan rumah...
*hehe sejak aku melahirkan sampai akhirnya dapat asisten rumah tangga memang pekerjaan rumah suamiku yg urus .. Love you dah*

Bukan aku mengeluhkan..
tapi jika liburan aku ingin benar2 full ASI...
tapi kalau full ASI, waktuku benar2 habis hanya utk menyusui Sayyid... boro2 ngurus rumah.. mandi sholat aja mesti buru2...
Alhasil seringkali gagal full ASI krn aku tak sanggup dan terpaksa menyerahkan Sayyid dalam keadaan menangis ke ibuku.. dan akhirnya kasih lagi deh sufor...

Tapi momentum inilah yang membuat dukungan suamiku kembali tinggi utk aku bisa full ASI...
Yapp.. komunikasi... aku harus menyampaikan apa yang aku rasakan, fikirkan, rencanakan utk Sayyid...
termasuk kejujuran bahwa aku merasakan dukungan suamiku mulai berkurang...

Alhamdulillah aku merasa dukungan suamiku tinggi lagi...

sampai akhirnya saat Sayyid berusia hampir 4 bulan... 

September.. cuti idul fitri yang cukup lama yaitu 9 hari...
Aku niatkan utk full ASI selama 9 hari itu... no more sufor...
Aku cari2 dukungan, penguat dari milis sehat...

Sufor yang biasanya ada d rumah ibuku, tiba2 diberikan ibuku kembali ke aku...
"nih, kalo kurang tambah aja susu... "
tapi tidak sprti seblum2nya yg aku jawab dengan moderat "Iyaa nantiii", tapi saat itu aku 
menjawab "Nggak mauu ahhh"
Ibuku sampai heran... hehe

Alhamdulillah so far berhasill
Bahkan saat mudik 3 hari 2 malam ke Bandung... sufor tidak dibawa sama sekali
Mertuaku pun sampai heran... 

Alhamdulillah berhasil dilewati 9 hari...
Momen yang sangat berharga bagi hidupku... yg menjadi penyemangatku...

Tapi, keberhasilan ini tidak ditanggapi baik oleh keluarga
karena kelihatan sekali Sayyid menjadi lebih kurus... 
Tapi, aku tetap pede... krn toh Sayyid tetap ceria... itu yg jadi patokanku...

Sejak saat itu, Alhamdulillah Sayyid full ASI saat aku d rumah...
Sedangkan saat kerja masih ditambah, krn hasil pompa ASIku belum cukup juga...

MPASI
-----

Saat itu Sayyid sudah berusia 4 bulan,...
Virus utk kasih makan Sayyid sebelum 6 bulan mulai kembali menghinggapi...

"Si ini, si itu juga kasih makan kok"
"Kata si ini, kata si itu... bla bla bla"

Itu kata ibuku...
Alhamdulillah kekuatan Allah sedikit saja mampir di hatiku...
Aku katakan, "Yaa biarin aja... Sayyid kan anakku, terserah aku dooong... Lagian sekali2 kek ma ada cucu mama 
yang bisa makan pas 6 bulan aja.. Sekaliii aja.. "

Ibuku akhirnya nyerah... aku dah gak bisa dirobohkan keyakinanku...
Malah, Alhamdulillah ibuku selalu mengomentari pertanyaan2 yg menanyakan kapan Sayyid makan dengan candaan,
"Biarin. Mau ngikutin dokter... siapa tau Sayyid nanti jadi dokter" hehe Amiiin

Tapi, cobaan bukan hanya dari keluarga....
Sampai ada kejadian yg bikin aku emosi, salah astu keluargaku ketahuan diam2 maksa Sayyid makan nasi...
Aku emosi bangett... "Kenapa siii gak bisa menghargai aku!!"
Aku tahu mereka sayang sama Sayyid... tapi tolong hargai aku sebagai ibunya yang sudah mengatakan berkali2 bahwa
hanya ingin kasih Sayyid makan saat 6 bulan...

Dengan kekuatan Allah pula, aku komunikasikan ke keluargaku itu... bahwa aku tidak terima hal tsb.. dengan kata2 yg menurutku sudah sangat halus...

tapi malah aku kembali mendapat omongan yg gak enak yg intinya, "mentang2 aku sekolah tinggi, UI lagi.. gk mau diatur2"

Sediih kawann dengar ucapan tsb...

Ada juga yang maksain Sayyid kasih biskuit... tapi Alhamdulillah ibuku benar2 menghargai keputusanku dan meminta keluargaku itu utk tidak memaksa kasih Sayyid buskuit... Love you mama...

Ada yg benar2 menggurui aku... utk gak usah dehh ikut2 kata dokter... "di sini gak ada Sit yang ngikutin kata dokter.. kasiih ajalah bubur sehari sekali juga cukupp..."

"Beratnya berapa?" aku jawab 4 bulan 
"Tuhh 4 bulan masih kecil begitu... kasiann... nanti tubuhnya gak kebal"
 (padahal saat itu Sayyid berusia 5 bulan kurang beberapa hari... coba kalo aku bilang Sayyid 5bulan, komentar apa lagi nih?) hihi

Dan yang terakhir... sampai ibuku cerita kalo ada yang bilang.. "Ahh siti mah emang gak bisa ngurus anak"...
Aku jawab "Terseraaaah.... mau dihina, mau dicela, mau dimusuhin.. terserahhhhh... Sayyid kan anakku sendiri.. terserah aku doooong"

Tapi, rujur dengan segala hal tsb, aku merasa terasing di keluarga besarku...
Dengan cara yang tidak populer di keluarga...
Aplagi aku tinggal di lingkungan yg kanan kiri depan adalah keluargaku.. maklum.. kami orang Betawi...

Mungkin kalau tinggal d rumah sendiri... dengan lingkungan yg benar2 berbeda, ujian gak akan terlalu besar spt ini... 
Sempat berkali2 aku berfikir ingin pindah rumah... biar tenang... tapi yaa lagi2 kondisi ekonomi broooow
lagian ibuku masih berat ditinggal oleh aku.. hehehehehe

Akhirnya... Alhamdulillah lewat sudah Sayyid 6 bulan.. 16 November 2010 tepat Sayyid berusia 6 bulan...
Ujian tentu masih belum berhenti... keyakinanku utk tidak memberi Sayyid makanan yg mengandung gula dan garam termasuk biskuit pastinya akan menghadapi berbagai rintangan...

Sungguh 6 bulan ini masa yang penuh tantangan...
Tapi sunggguh dengan 6bulan ini aku banyak belajar utk memperbaiki ddiri...
Dulu, aku orang yg lemah... yg gampang bilang terserah.. gak tegas, dan gampang menyerah...
Tapi, atas ridho, kekuatan Allah... aku bisa mengurangi sedikit demi sedikit kekuranganku...

Alhamdulillah Allah menitipkan Sayyid di kehidupanku...
Sungguh anugerah yg tak ternilai harganya...

Terima kasih Allah... sudah menciptakanku dan menjadi Tuhanku satu2nya.. Love You Allah
Terima kasih suamiku...
Terima kasih ibuku... bapakku atas pengertiannya
Terima kasih keluargaku... atas ujian yg diberikan
Terima kasih special utk mbak Shinta, Widya, mbak Ning, susi, mbak victoria antonia, mbak Lita
milis sehat, milis asiforbaby, pencipta google (:D), dll yang secara tidak
langsung memberiku banyak motivasi, inspirasi dan kekuatan...
dan tentunya untuk Sayyidku tersayang.. krn sudah menjadi bagian dari hidupku...


*Best practice 
- Setiap ibu pasti dan pasti bisa menyusui...
  bahkan ibu adopsi pun bisa menyusui anak adopsinya... ada caranya kawan...

- Ptg yg datar tetap bisa menyusui kok... sekarang sudah banyak alatnya, salah satunya
  penyambung ptg yaitu nipple shield yg harganya hanya 20ribu rupiah saja...
  Selain itu bisa dikeluarkan dengan Nipple puller, atau dipompa dulu baru menyusui...

- Gak ada satupun susu formula yg bisa menyamai kualitas ASI, mendekatipun tidak... 
  Jangan terpengaruh sama iklan.. Semahal2nya sufor tidak ada yg bisa menandingi kehebatan ASI.

- ASI Ekslusif (ASIX) adalah pemberian ASI saja... tanpa sari buah, makanan lain bahkan tanpa AIR PUTIH

- Bayi baru lahir bisa bertahan hidup 2-3 hari tanpa pemberian asupan apapun...
  Jadi, jika ASI belum keluar saat baru melahirkan jangan buru2 kasih sufor.

- Bayi menangis terus dan susah tidur di minggu2 awal (bisa smpai 1 bulan atau lebih) bukan berarti karena ASI kurang
  tapi, karena bayi sedang beradaptasi dengan dunia yang sumpek ini... dan sedang belajar menyusui...
  Wajar kan, 9 bulan berada di rahim ibu yang sangat teramat nyaman... dengan makanan yg langsung tersedia melalui tali pusatnya,
  tiba2 harus keluar ke dunia ini yg sangat teramat beda kondisinya dengan rahim, dan byi harus berusaha utk menyusui dengan
  mulutnya sendiri... Jadi, jangan sampai kasih susu formula...

- Bayi susah tidur malam, menangis terus2an... tapi siang tidur mulu... juga bukan karena bayi lapar ...
  Tapi, krn bayi sdg menyesuaikan diri lagi... ketika d rahim pun demikian, malam lebih aktif bergerak dibanding siang...
  karena ketika siang kita aktif beraktifitas jadi bayi merasa diayun2 yg membuatnya tidur lelap di dalam rahim...
  Sedangkan saat malam kita tidur, bayi menjadi aktif kembali ... ^^

- Bayi memasukkan tangannya ke mulut.. bukan berarti dia lapar... 
  Tapi itu adalah refleks pertama bayi yg diberikan Allah untuknya utk belajar cara makan .. krn makan adalah memasukkan
  makanan dari tangan ke dalam mulut *really love this statement .. thanks mbak Shinta*

- Wajah bayi merah2 saat minum ASI... ini bukan alergi.. ini adalah reaksi yang wajar dan akan hilang dengan sendirinya...

- Bayi sering Buang Air Besar saat minum ASI... bukan berarti bayi diare... dan gak cocok dengan ASI, tapi karena itu adalah
  reaksi yang wajar karena tubuh sedang mengeluarkan sisa2 kotoran bayi selama dalam kandungan.. hal itu akan berhenti dengan
  sendirinya... SO, jangan berfikir bayi alergi dengan ASI... karena ASI pasti cocok dengan bayi.

- Hindari penggunaan dot dan botol sebisa mungkin terutama di awal2 kelahiran... hampir pasti bayi bisa mengalami
  "bingun puting" sehingga tidak mau menyusui langsung...

- kenapa Memberi makan bayi harus 6 bulan..? bukan hanya rekomendasi pemerintah tapi juga WHO... ini berlaku tidak
  hanya utk ibu yg menyusui ASI saja, tapi juga yang campur ASI dengan susu formula bahkan yang hanya susu formula saja...
  Karena, enzim pencernaan bayi baru ada saat bayi tsb 6 bulan...

- Lakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) utk kelancaran ASI kita... aku sudah pernah bahas ini diblog sebelum2nya

- Ini yang paling penting, produksi ASI sangat tergantung pada kondisi fikiran kita.. kalau ibu stress, sedih... pastilah
  ASI akan berkurang... kalau kita berfikir "ASI ku sedikit... ASI ku kuraaang... ASI ku bakalan kering nih".. percayalan 
  apa yang kita pikirkan pasti akan terjadi... Berfikilah positif terus menurus...
  ASI itu berproduksi sesuai permintaan bayi.. Semakin sering bayi menyusui, atau semakin sering dimpompa ASI akan terus 
  berproduksi... Percayalah.. itu yang aku alami.. Saat aku stress, pasti Sayyid rewel...
  Hal ini adalah pengaruh dari hormon oksitosin yg bertugas utk meneruskan respon dari otak ke pabrik ASI utk segera memproduksi ASI

- Dukungan suami adalah hal yang paaaaliiiing pentiiing... komunikasikan apapun ke suami agar suami benar2 menjadi 
  pendukung utama kita

Dan yang terakhir tapi paling utama... Ikhtiar tanpa doa adalah hal yang mustahillll...
Minta saja apapun ke Allah pasti dikabulkan...

~Special utk para calon ibuu...
~utk yg udah jadi ibu mohon ditambahkan di bagian best practice utk dijadikan ilmu tambahan utk kita bersama dan tentunya utk calon ibu...

Semoga bermanfaat.. Amiiin
(the end)

Thursday, November 18, 2010

My first challenging 6 month ... breastfeeding

Bismillahirrahmaanirrahiim...

Mungkin aku pernah cerita, aku pernah sekenanya bicara ingin nikah sebelum umur 25,
dan ingin punya anak saat usia 25 tahun...
Wallahualam.. mungkin omonganku yang sekenanya itu diamini oleh malaikat2 Allah dan membuat
Allah mewujudkan keinginanku itu...

Yapps... menikah tepat di usia 24 tahun lebih 4 bulan... dan 2 bulan kemudian aku dinyatakan
positif hamil dengan usia kandungan 7minggu...
Alhamdulillah wasyukurillah...

Gak pernah menyangka bahwa Allah cepat sekali menitipkan makhluknya padaku...tepat di usiaku 25 tahun lebih 1 bulan...

Anak... 
bukan hanya sekedar anugerah dari Allah, rezeki dari Allah...
tapi lebih dari itu anak adalah titipan Allah...

Tidak bisa kita memperlakukan sesuka hati kita...
ada ilmu di sana yang harus dipelajari oleh aku sebagai calon ibu dan suamiku sebagai calon bapak...

ASI Ekslusif (ASIX), itu cita2 pertamaku... untuk merawat titipan Allah yang sangat berharga itu...
Sesuatu yang tidak populer di keluargaku... bahkan keluarga besar dari ibu dan bapakku seingatku tidak ada 1 pun yang ASIX 6bulan...
Ada yang sampai 4 bulan.. setahuku itu hanya 1 saja yaitu tanteku...

ASI merupakan hak dasar dari setiap bayi yang baru lahir...

Kalau kata salah seorang temanku...
Allah menciptakan makhluknya sepaket dengan makanannya untuk bertahan hidup...
Bahkan Allah pun telah mengajarkan makhluknya bagaimana cara makan sejak di dalam rahim...

Ya... ASI... itu adalah paket makanan yang telah diberikan Allah untuk makhluknya yang bernama manusia...

Memang aku akui,.. dengan segala kelemahanku... aku merasa aku masih kekanak2an ketika mengemban amanah yang bernama anak ini...
Jujur... aku merasa belum pantas disebut ibu...

Tak pernah terbayangkan begitu beratnya perjalanan menjadi seorang ibu...

Sebagai gambarannya,
Beberapa minggu sebelum hari perkiraan lahir (HPL), ada lowongan CPNS DepKeu...
datelinenya kira2 2 minggu setelah HPL...
salah satu syaratnya adalah tes kesehatan di puskesmas ...
2 minggu sebelum HPL, aku niatkan utk ikut tes tersebut...
Tapi, suamiku menyarankan nanti saja tesnya kalau sudah melahirkan... dan aku mengiyakan...
See... bagaimana kami tidak pernah menganggap bahwa minggu2 pertama kelahiran bayi adalah saat yang teramat sulit...

Bahkan saking nyantainya, saat cuti sebulan sebelum melahirkan,
aku dengan santainya oprek2 Joomla, drupal dan CMS lainnya (dasar programmer! haha) utk rencana proyek lepasku... 

setelah bosan oprek2, aku malah dengan nyantainya menyelesaikan game Theme Hospital yang dah lamaa banget pengen aku 
selesaikan, tapi karena kesibukanku jadi gak selesai2... 
Just for review, Theme Hospital adalah games yang bertemakan manajemen Rumah Sakit... mulai dari nol sampai rumah sakit itu lengkap fasilitasnya... salah satu yang menarik adalah fasilitas ruang operasi yang akhirnya aku lihat dengan mata kepalaku sendiri ketika aku harus menjalani operasi cesar...

Proses menyusui...
----------------
Aku gak tau sama sekali bagaimana cara menyusui...
Akhirnya aku minta diajarkan oleh bidan di RS tempat aku melahirkan...
Yapp... proses yang menjadi sangat sulit...
karena ke2 (maaf) payudaraku (selanjutnya ditulis pydr) memiliki (maaf) puting (selanjutnya ditulis dengan kata ptg) yg melesak ke dalam... 
terutama yang bagian kiri...
Akhirnya aku mengandalkan yang bagian kanan, karena masih sdikit keluar...
Dan untuk merangsang ptg supaya keluar, bidanku memberikan alat suntik tanpa jarum untuk bisa menarik ptg keluar...
jadi saat sudah ketarik sedikit, langsung sodorin ke Sayyid... 

Sulit, apalagi saat itu masih pagi, Sayyid masih ngantuk2nya...
jadi musti dikitik2 supaya Sayyid bangun dan mau menyusui...
Akhirnya sedikit demi sedikit Sayyid mau menyusui... Alhamdulillah Sayyid bisa mendapatkan colustrum pertamanya....

Sisanya aku coba pompa...walaupun hasilnya sangat sedikit...
terus menerus aku coba, tak perduli sakit yang kadang terasa...
aku hanya ingin sayyid menyusui...

Saat pulang ke rumah... menjadi masa yang teramat sulit...
Gak disangka gak diduga... begitu sulitnya Sayyid tidur di malam hari... 
kerjaannya hanya nen nen dan nen terusss,...Sedangkan siang tidur...
Saat itu, ptg ku sudah mulai luka... yang membuat sakit yang teramat sangat ketika Sayyid menyusu...
Setiap kali Sayyid nen, keringatku langsung keluar deras karena menahan sakit yang teramat sangat...
Aku coba bertahan... demi memberikan yang terbaik untuk Sayyid....

Sedangkan utk yg kiri, aku pompa...
untuk persiapan nanti masuk kerja...
bahkan aku pun sudah beli sejumlah botol2 kaca utk menyimpan ASIP...

Di masa2 itu, virus susu formula (sufor) sudah mulai berkeliaran...
Ibuku berkali2 menanyakan kapan beli sufor? 
Gapapa tambah aja, si "itu", si "ini" juga tambah sufor kok...
Ibuku lebih kasian akunya karen aku kurang tidur, dan terlihat sekali aku kuruss... 

Bodohnya, aku bilang "Iyaa, nantiiii"...

Sampai akhirnya hari ke-9..
lagi2 karena kurang ilmu... malam itu Sayyid susah banget tidur... dan terus terusan (maaf) cepirit...
Panik... aku pikir itu yang bikin Sayyid susah tidur... mungkin perutnya gak enak...
Jadi esoknya hari-10 yang bertepatan dengan waktu aku kontrol ke dr SPOG ku utk mencabut jahitan cesarku,
aku periksakan SAyyid ke dokter spesialis anak (DSA)...

Gak pernah disangka... itulah awal mula saat virus sufor semakin kencang...
DSA ku bilang berat sayyid kurang... hanya naik 1 ons dari awal 3,1 jadi 3,2.
She said, "ASInya kuraang ibuuu... harus ditambah susu formula...."

Jlebbb...

Aku gak pernah berfikir bahwa ASI akan kurang...
Gak sama sekalii...
Selama ini aku pede bangettt... 

Saat itu aku langsung down... sangat teramat down... sampai hampir menangis....
Aku telepon suamiku, dan memintanya untuk membeli sufor... Alhamdulillah suamiku tidak langsung mengiyakan..

Tapi, alhamdulillah saat itu juga bayiku diperiksa bilirubinnya yang ternyata masih normal...
Dan Alhamdulillah bidan2 di RS itu bahkan dr SPOG ku (terima kasih dokter Prita :)) malah menguatkanku
dan memintaku untuk lebih percaya diri...
Intinya jangan dengerin DSAku...
Dan malah memberi solusi untuk ptg ku yang luka2...

Saat itu, aku periksa ditemani ibuku....
Ketika ibuku dengar apa yang dikatakan DSA itu... membuat ibuku semakin gencar utk minta aku beli sufor...
tapi, sekali lagi dengan bodohnya aku bilang, "Iyaa... ntarrr",,,,

Alhamdulillah malam setelah periksa tsb, Sayyid tidurnya pulas bangettt... 
Seolah2 menyatakan, "nggak ummy, ASInya cukup kok"...

Tapi itu tidak berlangsung lama... beberapa hari kemudian Sayyid susah tidur lagi,.. maunya nen terus...
Akhirnya setan2 mulai berteriak lagi...
Sampai akhirnya aku tidak sanggup... tidak hanya karena sakit di ptgku... kondisi psikisku mulai terganggu...
Mungkin ini masa baby blues...

Akhirnya aku menangis gak karuan di pundak suamiku... Sayyid aku biarkan menangis (maafkan ummy ya nak)...
dan aku sampai berkata, "mungkin ASIku memang kuraang"...
Alhamdulillah suamiku menguatkanku dan mengatakan, "mungkin memang lagi masanya"...
Akhirnya suamiku berhasil membuat Sayyid tidur pulas sampai pagi.

Esoknya, aku kirim sms ke sejumlah temanku yang aku tau punya baby boy dan aku yakin berhasil dengan ASIXnya...
karena sejumlah pendpat berseliweran kalau baby boy lebih banyak nyusunya...

Terimakasih banyak mbak ning, mbak Shinta, and Widya yang sangat teramat menguatkanku...
yang membuat pedeku kembali meningkat... buzzz....

Aku mulai kembali menikmati masa menyusui... meskipun tetap ptgku sakit teramat sangat meskipun sudah dilakukn
berbagai cara utk mengobatinya...

Tapi, ujian terus menerus menghampiri...
kira2 3 minggu setelah kelahiran Sayyid, aku demam... menggigil... 
pydr kananku bengkak dan sakit, lukanya semakin berasa...
Di saat seharusnya aku istirahat, Sayyid malah jadi susah tidur lagi... malam hampir2 gak tidur, nangis terus2an...
hanya nen yg bisa mendiamkannya... 

Dari beberapa artikel yg aku baca, bengkak dan sakit pydrku hanya bisa disembuhkan dengan membiarkan bayi terus nen...
dan juga dilakukan kompres,,,

Keadaan ini diperparah dengan aku yang gak bisa makan, setiap kali makan aku langsung mual, padahal biasanya aku makan banyak bangettt... jadilah asupanku berkurang... mungkin itu yang bikin sayyid juga gak berenti2 nen...

sekitar 2/3 hari sembuh seketika... demam hilang, makan enak, pydr jg gk terlalu sakit lagi..
Alhamdulillah...

Tapi, tak disangka tak diduga seminggu kemudian kumat lagi... demam tinggi, susah makan, pydr bengkak dan sakit bangett...
Saat itu, aku hampir nyerah dan ingin saja kasih sufor...
Pikiranku, toh aku juga produk ASI ditambah sufor bahkan MPASI sebelum waktunya, tapi toh aku sehat aja...
Suamiku terus menyemangatiku...

Tapi, di hari kedua...1 hari sebelum Sayyid berusia tepat 1bulan...
Aku merasa sudah tidak sanggup lagi... Aku buth istirahat... Demamku makin tinggi, pydr semakin sakit... dan Sayyid semakin rewel...
mungkin karena laparr... sedangkan asiku tersumbat d pydr kanan krn bengkak...
Sedangkan pydr kiri masih susah untuk disusui, krn ptgnya masih saja melesak ke dalam... kadang2 bisa kalau aku paksakan...
Akhirnya aku menyerah... dan menuruti permintaan ibuku utk memberikan sufor...
Suamkipun akhirnya tidak berkutik... 

Sufor merk apa?
Aku tanya kakaku, kakaku masih berusaha menahan aku utk tidak beli sufor... tapi aku sudah tidak sanggup,,,
jam stg10 malam suamiku pergi ke giant utk membeli sufor dengan merk yg direkomendasikan kakaku,
tidak terlalu mahal dan bukanlah yang paling murah...

Saat itu aku sudah lelah teramat lelah... demam makin tinggi sampai aku mengigau saat tidur...
Suamiku masih belum memberi sufor ke Sayyid, mungkin masih berharap keadaan jadi lebih baik...
Sayyid terus menerus menangis... aku tak sanggup menyusui lagi...
akhirnya lewat tengah diberikanlah Sayyid sufor dengan botol dan dot...
setelah itu Sayyid tertidur pulasss...

Paginya, aku coba memperbaiki keadaan...
Aku coba pompa pydr kananku, tapi hasilnya malah keluar nanah...
Kakaku yg seorang perwat dan pernah mengalami hal tsb langsung menyarankanku utk segera ke dokter SpOG...
Paginya, aku dan suami ke RS, Sayyid terpaksa ditinggal...
Aku dah hopeless... saat itu kondisi psikologisku sudah payah... dah nggak tau lagi deh.... pasrahhh...
sekaligus sedih... krn akhirnya aku gagal ASIX... Aku merasa gagal...

Saat di RS, tak pernah terfikirkan bahwa ternyata aku positif typhus... plus infeksi pydr yg sudah cukup parah
dan butuh antibiotik... 
terpaksalah aku dirawat inap selama 4 hari 3 malam...
Awalnya dr SPOG ku menyarankan utk membawa bayi, tapi... aku gak pede... aku yakin Sayyid akan rewel kalau dibawa...
jadinya aku gak bisa istirahat... karn pydr kananku belum bisa dipakai, hanya bisa dipompa. sdgkan pydr kiri masih susah disusui...
orangtuaku pun tidak mengizinkan...

Hopeless... 
di RS pydr tetap aku pompa kanan dan kiri... 
tapi hasilnya sangat sedikit... mungkin lebih karena ke-pede-an ku turun drastis...

Kukirimkan sms ke salah satu temanku ... 
Terima kasih mbak shinta, udah kasih aku semangat bahwa aku bisa relaktasi...

Bahkan, ibu adopsi saja bisa menyusui bayi adopsinya dr pydrnya...
Masa iya aku yg sudah pernah berhasil menyusui selama 1 bulan tidak bisa kembali menyusui...

Relaktasi... kata yang baru...
ilmu baru...
(to be continued)

perkembangan Sayyid 6 bulan

Alhamdulillah Sayyid sudah 6 bulan...
Alhamdulillah Sayyid masuk ke tahapan pemberian makanan pendamping...

Alhamdulillah sekarang Sayyid dah bisa:
  • makin jago guling2... dan bikin was2 kalo tidur... seringkali sadar2 Sayyid dah ada di pinggir tempat tidur... 
  • lagi belajar duduk... Alhamdulillah badannya mulai bisa ditegakkin... biasanya kalo dibuat duduk, tuh badan langsung doyong ke depan... 
    Kadang2 malah aku coba lepas dan Sayyid bisa beberapa detik duduk tanpa aku pegangin... 
    Sekarang malah kalau mandi sambil duduk di bak mandi... karena kalau dibuat tidur, malah gak bisa diem kakinya...
  • Pijakan kakinya makin kuat... kalau didiriin kuat bangett... bahkan kadang aku lepas, dan Sayyid berhasil berdiri sendiri dalam beberapa detik...
  • Ocehannya mulai banyak variasinya...
    Bahkan hehe saat Obama dateng ke Indonesia, tiba2 Sayyid ocehannya "Eee.. Bababa.. Mamama... ebama" hehehe nyambung gak ya?
    Terus kalo nangis dan mau digendong sama aku, tangisannya berbunyi "Emmyy..." maksudnya ummy kali yaa... hehe
  • Sayyid makin lengket sama aku.. kalo aku libur, Sayyid maunya hanya digendong aku.,. bahkan sama uwanya (neneknya) gak mau... Mau siii, tapi pas digendong tetep liatin aku dan pas aku pergi langsung deh Sayyid nangis kelengerrr...
  • Sadar kamera... hehe.. kalo dulu difoto bengong2... Sekarang kalo ada kamera di depanny langsung deh sanyam senyum nyengir ketawa...
  • Ohya, ada satu yang sempet terlewat dari pengelihatanku... 
    ternyata Sayyid udah jago mindah2in barang dari tangan kanan ke kiri dan sebaliknya... ^^
Dan akhirnya, Alhamdulillah Sayyid udah bisa maem...
menu pertama: bubur gasol beras merah ditambah ASI...

Awalnya makannya sedikit bangett.. plus akunya juga belum pede...
mungkin pas awal terlalu cair, jadi gak terlalu suka...
Setelah sejumlah percobaan, akhirnya Sayyid makan lahap pagi ini..
dengan bubur yang dibuat agak kental...

Alhamdulillah ...
Perjalanan masih panjang ^^


Friday, November 12, 2010

watch out your mouth...

Subhanallah... alhamdulillah...
Allah menciptakanku tanpa cela... 
dengan mulut yang bisa berbicara lancar,
dengan telinga yang bisa mendengar dengan baik *walaupun kadang2 budi :D*

Alhamdulillahirabbil'alamiin...

Tapi entah berapa banyak orang bahkan mungkin aku yang tidak bisa menjaga pemberian Allah yang satu ini... mulut...

Berapa banyak kata2 yang tidak bermanfaat keluar dari mulut kita?
Bahkan kata2 itu secara tidak sengaja menyakiti hati orang lain?

Sekitar 1 tahun lalu... aku jalan sama temanku...
Gak sengaja aku melakukan kesalahan... gak besar... hanya gak sengaja...
terus dengan gampangnya dia mencaci aku Gu*bL*k banget sih lo...

Memang aku dah jarang banget jalan bareng sama dia...
dan alhamdulillah selama ini aku berteman dengan teman2 yang lembut perkataannya,...
jadi ketika temanku mencaci seperti itu, rasanya aneh... kok bisa ya mulutnya dengan mulus melempar kata2 seperti itu...

Seringkali juga aku membaca komentar2 di media, entah itu komentar artikel, status facebook... dsb.... kok gampang banget ya mengeluarkan kata2 kasar a*j*ng, t*i, dsb sampai perkataan yang menjurus porno... 

Seringkali juga aku mendengar ibu2 yang mengomeli anaknya dengan kasarnya...
dan efeknya anak itu terbiasa mengucapkan kata2 itu dalam kesehariannya...

Seringkali aku mendengar lagu2 cacian dari sekelompok pendukung fanatik spt bola yang dengan lancarnya menciptakan lagu penuh dengan cacian dan kata2 kasar....

Aneh...
katanya Indonesia negeri yang ramah... 
negeri yang punya tata krama... 
tapi ngeliat orang2 itu... benar2 aneh...

Okelah itu hal ekstremnya...

tapi ada juga yang terbiasa bicara lembut... tapi tanpa disadari kata2nya tajam setajam silet... dan itu tidak disadari...
aku rasa mungkin ini yang lebih mengerikan...

ketika tanpa disadari, mulut kita berkata yang tidak enak.. menyinggung perasaan orang lain, memojokkan orang lain dan menganggap dirinya paling benar... 
itu yang lebih mengerikan... 
karena kata2 itu bisa menujam tajam ke dalam hati...

beberapa hari yang lalu, temanku mencurahkan isi hatinya 
yang kesal dengan temannya yang ucapannya dan tingkah lakunya secara tidak langsung menyinggung perasaannya...
padahal orang tersebut biasanya lembut... 

akhirnya apa yang kubilang mengerikan terjadi...
berbagai prasangka... 
berbagai praduga... yang entah itu benar atau tidak...
sampai akhirnya keputusasaan utk tidak lagi peduli... 
dan menyerah pada doa...

aku rasa itu lebih menyeramkan...

Apakah aku, kamu, kita pernah seperti itu?
Kawan, maafkan aku kalau aku pernah berkata yang menyakiti hati kalian...

Please correct me directly...
jangan membicarakanku di belakang... 

OKEH...

Mohon maaf lahir dan bathin ^^

Tuesday, November 2, 2010

to be or not to be a working mom

Bismillah...

Setelah kegelisahan yang menjadi2 beberapa waktu terakhir ini.... 
Setelah sejumlah bulir air mata yang mengalir begitu saja...
Setelah beberapa saran dan inspirasi dari teman2 yang memutuskan untuk jadi FTM 
Setelah beberapa kali hati ini diingatkan tentang perjuangan mereka (orang tuaku)
Setelah beberapa kali perenungan...

Lalu, aku memutuskan untuk tetap menjadi "a working mom"...
Setidaknya... maksimal .. mudah2an hanya sampai adekku lulus kuliah......

Mudah2an lebih cepat dari itu...
Mudah2an segera usaha orangtuaku bangkit kembali...
Mudah2an segera suamiku mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang lebih baik...
Mudah2an setidaknya perusahaan tempat aku bekerja akan terus maju... sehingga mampu melunasi kewajibannya ... 
Mudah2an si teteh betah kerja di rumah...
Mudah2an perilaku Sayyid segera berubah, sehingga memungkinkanku untuk kerja dari rumah...

Mudah2an dan mudah2an.... Allah s.w.t meridhoi keputusanku... memudahkan jalanku... dan menjawab doa2ku...

Amiiin Amiin Amiin ya rabb

Friday, October 29, 2010

ada2aja




Efek GARAM dan GULA pada bayi 6-12 bulan

Bismillah...

 

tinggal menghitung hari Sayyid akan masuk masa pemberian makanan pendamping...

dan sekarang lagi asik2nya nyari referensi menu2 yang sebaiknya diberikan pada masa sayyid 6-12 bulan...

 

Yang paling mencolok dari berbagai referensi itu adalah:

1. Berikan makanan rumahan, bukan makanan2 instan... kalau mau kasih bubur instan cari yang gak berpengawet, gak diberikan tambahan gula dan garam...

2. No sugar and salt... apalagi MSG (penyedap rasa)

3. Jangan memberikan buah yang terlalu manis...

 

Kok kesannya ribet ya...

tapi ternyata ada ilmunya...

 

Salah satu efeknya:

 

Bukan hanya membebani kerja ginjal tapi coba tengok untuk ke depannya: meningkatkan resiko hipertensi dan diabetes. Kita belum bisa ngerasain efeknya sampai kita berumur 30 tahun atau lebih. Tapi coba nanti kita rasakan bedanya setelah kita berumur 45 tahun keatas. Perlahan tapi pasti penyakit karena kelebihan gula dan garam sedikit atau banyak akan kita rasakan.

(milis asiforbaby)

 

berikut salah satu artikelnya..

 

Bayi 6-12 Bulan Jangan Diberi Garam, Gula dan Buah Manis

Vera Farah Bararah - detikHealth

 

Jakarta, Setelah si kecil berusia 6 bulan, maka asupan nutrisinya tidak hanya dari ASI tapi juga ditambah dengan makanan pendamping ASI (MPASI). Tapi sebaikya ibu tidak memberikan gula, garam dan buah yang terlalu manis pada bayi usia 6 bulan sampai 1 tahun.

 

Makanan yang sehat penting untuk pertumbuhan fisik dan kecerdasan anak, karena itu asupan makanan ini harus sesuai dalam hal kualitas dan kuantitasnya.

 

Untuk memenuhi nutrisi anak, maka sebaiknya ibu menggunakan bahan yang segar sehingga anak mendapatkan vitamin dan mineral yang optimal.

 

Jangan anggap enteng bayi usia 6-12 bulan karena itu adalah masa kritis yang menentukan kebiasaan makan seterusnya hingga dewasa.

 

"Usia 6-12 tahun adalah masa kritis dalam menentukan pola makan anak nantinya. Karena itu sebaiknya orangtua memberikan makan pada anaknya secara bervariasi, tanpa paksaan, tidak terlalu manis dan jangan ditambahkan garam,"

 

ujar Dr. Fiastuti Witjaksono, MSc, MS, SpGK dalam acara 'Temu Media Philips Avent' dengan tema berbagai tips menjadi orangtua sukses dalam kesibukan sehari-hari di Hotel Gran Melia, Jakarta, Rabu (7/7/2010).

 

Dr Fiastuti menambahkan tidak ada satu makanan pun yang sempurna, dalam arti mencukupi semua kebutuhan nutrisi anak. Sehingga jika anak ingin mendapatkan asupan nutrisi yang tepat, makanan yang diberikan juga harus bervariasi.

 

<span>Kenapa bayi jangan diberi garam, gula dan buah yang terlalu manis? </span>

 

"Jika bayi sudah diberi garam dan gula dalam makanannya, maka bayi akan terbiasa mendapatkan rasa yang lebih enak dibandingkan dengan makanan murni lainnya. Efeknya, bayi tidak mau makan kalau makanan tersebut tidak manis atau gurih," ungkap dokter kelahiran Jogjakarta 56 tahun silam.

 

Maka itu bayi berusia di bawah 1 tahun, sebaiknya tidak diberikan buah yang terlalu manis, seperti sawo atau nangka karena rasa manisnya yang terlalu tinggi. Tapi berikan buah apel, pir, pepaya atau buah lain yang tidak terlalu manis.

 

Karena jika anak sudah biasa diberikan makanan manis, nantinya anak hanya mau makan makanan yang manis. Sehingga akan susah menyuruhnya mengonsumsi sayur karena sayuran cenderung memiliki rasa hambar.

 

"Ada yang bilang sebaiknya memberi sayuran dulu baru buah, tapi kalau menurut saya dikombinasikan antara buah dan sayur juga bisa," ujar dokter dari 3 orang anak ini.

 

Anak usia di bawah 1 tahun adalah masa untuk mengenal berbagai macam rasa dari buah, sayur dan makanan lainnya. Sehingga jika dari kecil anak sudah diberi makanan yang gurih dan manis, maka nantinya anak punya kebiasaan memilih-milih makanan yang dikonsumsinya, rasa manis dan gurihlah yang jadi pilihan.

 

"Kunci untuk menentukan pola makan anak adalah pada usia 6-12 bulan. Kalau sejak usia tersebut sudah diberi Nugget, makanan yang gurih dan kaya lemak, maka sudah pasti anak tersebut tidak akan suka dengan sayur dan buah," imbuhnya.

 

Selain garam dan gula, bayi di bawah usia 1 tahun juga sebaiknya<span> tidak diberikan madu,</span> karena berisiko mengandung bakteri Clostridium yang bisa menyebabkan botulisme. Makanan lain yang dihindari adalah kacang-kacangan dan juga susu sapi, hal ini karena bisa memicu timbulnya alergi.

 

Usahakan untuk menunggu hasilnya hingga 4 hari ketika memperkenalkan makanan baru pada bayi. Hal ini untuk memudahkan orangtua melihat apakah bayi memiliki reaksi alergi tertentu terhadap makanan tersebut atau tidak.

 

Selain untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, makanan pendamping ASI ini juga memiliki tujuan merangsang keterampilan makan anak terutama keterampilan motorik oral serta merangsang rasa percaya diri anak karena tidak mungkin anak menyusu terus sampai besar.

 

Tapi sekali lagi berikan makanan yang bervariasi seperti buah-buahan yang tidak terlalu manis, sayuran, dan masakan yang tidak terlalu banyak garam.

Monday, October 25, 2010

sayyid 5 bulan


emang mirip?

taken on our room, di perjalanan menuju bandung n rumah neneknya Sayyid di bandung....

Friday, October 22, 2010

perkembangan Sayyid 5 bulan

Alhamdulillah...

Saat ini sayyid berusia 5 bulan 6 hari... hihihi
Sekarang sayyid udah:

  • Jago guling guling... wuiihhhh... ini yang paling seru... bikin aku sebagai ummynya jadi susah tidur, karena Sayyid seringkali "merampok" bagian kasurku utk tidur... hehe...

    Ada satu moment dramatis (hihii) saat aku dan suamiku liat Sayyid sedang belajar untuk membalikkan badannya setelah tengkurep... Susah payah Sayyid melakukannya sampai hampir menyerah dan menangis... tapi aku dan suami terus memberikan semangat untuk Sayyid dan membiarkannya terus berusaha... Sampai akhirnya happ berhasilll... langsung aku dan suamiki berteriak gembiraa sambil mengucapkan "Alhamdulillah... Sayyid pinter... hebatt...." dan Sayyid pun teriak kegirangan... hihihi

    Tapi masa ini masa rawan ... dan benarlah kemarin siang aku dapet laporan dari pengasuh Sayyid kalo Sayyid jatuh dari tempat tidur... karena ditinggal di tempat tidur dalam keadaan tiduur tapi si teteh lupa naro pembatas guling dan bantal... tapi Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada hal yang mengkhawatirkan... Sayyid tetep ceriaaaa ^^

  • Semakin kenal dengan ummynya, abbynya, uwanya (neneknya).. Kalo aku pulang dia langsung girang bangett... dan tangannya mencoba menggapai aku minta digendong... tapi kalo sama aku bawaannya pengen nen terus... jadi kalo aku lagi capek, aku minta suamiku atau si teteh utk bawa keluar... karena kalo liat aku terus jadi pengen nempell teruss...
    Ada masanya juga Sayyid nangis gak mau diem dan ternyata hanya diem ketika digendong neneknya... hihiyy

  • Teriakannya makin dahsyat... dan skarang suka banget ketawa cuman "He he" cuman 2 kata he he... dengan senyum nyengirnya yang menggemaskan...

  • Seneng banget ketemu orang2 baru.. jadi kayak "CAPER" hehhehe.... beberapa kali diajak silaturahim ke rumah temen/sodara reaksinya langsung happy... senyum, ketawa, loncat2 (gerakin kakinya)... sampai dapat julukan "si ramah" dari teman suamiku...

  • Pijakan kakinya makin kuat... jadi sukanya dibuat berdiri... plus dirangsang dengan deketin ke tembok atau apapun ... dan Sayyid langsung suka deh nendang2... :D
Apalagi yaa... hmmm 3 mingguan lagi Sayyid maem... 
Doakan Sayyid sehat selalu yaaa... ^^

Thursday, October 14, 2010

Kenapa ngotot ngasih makan saat 6 bulan

Bismillah...

Mungkin aku dibilang paling aneh di keluargaku... ngotooot bangettt mau kasih makan Sayyid pas 6 bulan aja...
Apalagi Sayyid gak gemuk seperti bayi2 lainnya...

Udah banyak nasehat2 yang meluncur dari keluargaku... bukan cuman orangtua, saudara kandung, bahkan om dan tanteku...

Sampai2 bidan bayiku...yang bikin aku berfikir 2 kali lagi untuk periksa kandungan di sana untuk anak ke-2 ku nanti...

Dari yang cara ngucapinnya enak di hati sampai yang bikin aku ngerasa sakit hati... tapi insyaAllah sudah dimaafkan...

Dan sebgian besar bikin aku down...

Tapi semakin kencang tiupan dari kanan dan kiri ... semakin giat aku belajar dari banyak teman2 di milis sehat dan browsing2 via internet....

Memang sampai saat ini bisa dibilang aku sudah gagal ASIX... tapi apa daya... aku insyaAllah sudah berusaha maksimal... dari pompa ASI di kantor sampai berusaha bangun tengah malam untuk pompa lagi...

ALhamdulillah dari hasil pompa/perah di awal cuman 90mL per hari sampai sekarang bisa mencapai 300mL... dan aku yakin pasti akan bertambah lagiii....

Bukan aku sombong dan tidak mau mengikuti saran2 dari orang2 terutama keluarga yang sudah dulu punya anak...

Tapi, aku hanya ingin melakukan sesuatu karena aku paham ilmunya,.. bukan karena ikut2an...

Dan AKu,,, hanya ingin memberikan yang terbaik untuk Sayyid... berdasarkan ilmu yang aku pahami dan bisikan hati yang aku yakini...

Dan ini salah satu ilmu yang aku dapatkan:

Sumber: http://asuh.wikia.com/wiki/ASI_eksklusif#cite_note-Luluk-2

    Mengapa Jangan Memberikan Makanan Sebelum Enam Bulan

    Tidak ada untungnya memberikan makanan pengganti ASI sebelum enam bulan - selain kelebihan berat badan yang tidak perlu. Malahan, bisa jadi MPASI tersebut memicu alergi pada bayi, gangguan pencernaan, atau obesitas[4].

    Mengapa umur 6 bl adalah saat terbaik anak mulai diberikan MPASI ?

        * Pemberian makan setelah bayi berumur 6 bulan memberikan perlindungan besar dari berbagai penyakit. Hal ini disebabkan sistem imun bayi < 6 bl belum sempurna. Pemberian MPASI dini sama saja dg membuka pintu gerbang masuknay berbagai jenis kuman. Belum lagi jika tidak disajikan higienis. Hasil riset terakhir dari peneliti di Indonesia menunjukkan bahwa bayi yg mendapatkan MPASI sebelum ia berumur 6 bl, lebih banyak terserang diare, sembelit, batuk-pilek, dan panas dibandingkan bayi yg hanya mendapatkan ASI eksklusif. Belum lagi penelitian dari badan kesehatan dunia lainnya[3].
        * Saat bayi berumur 6 bl keatas, sistem pencernaannya sudah relatif sempurna dan siap menerima MPASI. Beberapa enzim pemecah protein spt asam lambung, pepsin, lipase, enzim amilase, dsb baru akan diproduksi sempurna pada saat ia berumur 6 bl.
        * Mengurangi resiko terkena alergi akibat pada makanan. Saat bayi berumur < 6 bl, sel2 di sekitar usus belum siap utk kandungan dari makanan. Sehingga makanan yg masuk dapat menyebabkan reaksi imun dan terjadi alergi.
        * Menunda pemberian MPASI hingga 6 bl melindungi bayi dari obesitas di kemudian hari. Proses pemecahan sari2 makanan yg belum sempurna.Pada beberapa kasus yg ekstrem ada juga yg perlu tindakan bedah akibat pemberian MPASi terlalu dini. Dan banyak sekali alasan lainnya mengapa MPASI baru boleh diperkenalkan pada anak setelah ia berumur 6 bl.==Mengapa Jangan Memberikan Makanan Sebelum Enam Bulan==

    Aturan agar menunda memberikan MPASI pada anak < 6 bulan bukan hanya berlaku utk bayi yg mendapatkan ASI eksklusif. Tetapi juga bagi bayi yg tidak mendapatkan ASI (susu formula atau mixed).

----------

Aturan ini bukan hanya rekomendasi pemerintah atas nama DepKes RI tapi ini juga aturan WHO

salah satu artikelnya:

Sumber: http://www.healthpromotionagency.org.uk/work/Breastfeeding/pdfs/infant%20feeding%20guidelines%20cmocno.pdf

 

    Should infants who are mixed fed on both breastmilk and infant formula milk orjust given infant formula milk also introduce solids at six months?

    Yes. The Scientific Advisory Committee on Nutrition (SACN) sub group on Maternal andInfant Nutrition concluded that there are unlikely to be any risks associated withdelaying weaning to six months in infants who are mixed fed on breast and infantformula milk or solely fed on infant formula milk.Six months is the recommended age to introduce solid foods for all normal healthyinfants whether breastfed or given infant formula milk. Health professionals shouldconsider infants' individual developmental and nutritional needs, whether breastfed,mixed fed or given solely infant formula milk before giving advice to introduce solidfoods.

    Regardless of whether babies are breastfed or mixed fed on breastmilk and infantformula milk, mothers should be supported to optimise their infant's nutrition regardingsuitable weaning foods and gradually weaned onto more solid food. Where motherschoose to introduce solid foods before six months, they should follow existing guidanceon appropriate types and amounts of first food (COMA, 1994).

    What are the risks associated with an early introduction of solid food?

    The Introduction of solid food to an infant too early, before sufficient development ofneuro-muscular co-ordination to allow the infant to eat solid foods or before the gut andkidneys have matured to cope with a more diverse diet, can increase the risk ofinfections and development of allergies.Early introduction of solids can also reduce the absorption of nutrients from breastmilk.(COMA, 1994).

 

Paling gampangnya:

Kenapa 6 bulan? Karena enzim pencernaan baru mulai terbentuk saat bayi berumur 6 bulan. (Mbak Inta@sehat)

 

Okelah banyak yang bilang, "anak saya gakpapa kok dikasih makan sejak lahi.. toh sehat2 aja"...

Kalau ada yang berkata begitu... aku cuman mikir dulu dengan sekarang beda... dulu makanan mungkin masih sehat2 jarang ada bahan pengawet, kondisi udara juga masih sehat... polusi udara masih minim, cuaca masih stabil, dsb...

Atau yang paling ekstreme pendapatku....

Yaa bersyukurlah yang anak2nya tetap sehat (seperti aku sendiri yang dikasih makan sejak lahir)...

Mungkin Allah begitu sayang dengan ibu anak tersebut (seperti ibuku)... karena amal ibadahnya, kedekatannya dengan Allah...

 

tapi untuk aku yang ibadahnya masih seadanya, dosa bertumpukk... aku gak bisa sebegitu pedenya melakukan yang biasa2 aja...

aku musti usaha yang lebih dari biasa... untuk memberi yang terbaik untuk titipan Allah...

 

Pun kasus ekstrem anak2 yang dikasih makan sebelum 6 bulan juga banyaak...

Sekarang 1bulan 2 hari lagi menuju 6 bulannya Sayyid...

Mudah2an aku masih kuat untuk menahan tiupan angin dari segala penjuru... Insya Allah... Amiin...

 

Thanks special to my husband yang menguatkanku, teman2 di milis sehat dan asiforbaby... ^^ 

Wednesday, October 13, 2010

no more fire

Alhamdulillahirabbil 'alamiin...

Hanya mau mensyukuri betapa beruntungnya diriku diberikan suami yang tidak pemarah dan penyabar.... sekalipun suamiku gak pernah marah2 ke aku... 

Sempet kesel sekali2 kalo aku lagi kumat kejailannya... tapi abis itu juga ketawa2 lagi ajah...
Kalo ngambek, aku yang sering... bikin suasana jadi hening sehening2nya... tapi itu juga gak lama... alhamdulillah selalu ada penyelesaian...

Kalo liat di tipi2 suami yang melakukan tindak KDRT ... baik secara fisik apalagi psikologis... 
Aku gak habis fikir kok ada yang bisa seperti itu bahkan sampai membuat istrinya meninggal...

Bukannya melindungi dan memberi keamanan bagi istrinya, tapi malah membuat neraka dunia bagi istrinya...

Alhamdulillah wa syukurillah.,..
Maka nikmat mana lagi yang kau dustakan....

 him

Tuesday, October 12, 2010

Jangan sembarangan minum antibiotik

Just sharing sedikit ilmu...


Kadang kadang kita gampang panik and segera ke dokter kalo anak sakit panas ... 

dan biasanya dokter kasihnya antibiotik dan antibiotik....


terus lama2 jadi kebiasaan.... tanpa resep dokter sakit sedikit beli aja antibiotik

Padahal penggunaan antibiotik yang tidak tepat malah bisa membunuh bakteri yang baik tidak hanya bakteri yang jahat.


Jadi, dibandingkan ke dokter lakukan saja home treatment..

contoh anak pilek... diuapin aja pakai minyak kayu putih, seing2 dijemur, dan berendem air hangat... 

Anak mencret, cukup diberikan banyak cairan agar tidak dehidrasi... paling2 kasih oralit...

sakit tenggorokan, banyak2 aja minum air hangat...

atau yang biasa dilakukan suami saya kalau gak enak badan... panasin badan dengan kasih selimut yang tebal atau pake jaket, mattin kipas angin, makan dan minum yang banyak...


dll...maaf ilmu saya belum banyakk... 


Coba dicek di sini ya... 

atau ikutan saja milis sehat


Dampak Penggunaan Antibiotik yang Irasional


Kamis, 17 September 2009 | 11:22 WIB

KOMPAS.com — Penggunaan atau pemberian antibiotik sebenarnya tidak membuat kondisi tubuh semakin baik, justru merusak sistem kekebalan tubuh karena imunitas anak bisa menurun akibat pemakaiannya. Alhasil, beberapa waktu kemudian anak mudah jatuh sakit kembali.


Jika pemberian antibiotik dilakukan berulang-ulang, ujung-ujungnya anak jadi mudah sakit dan harus bolak-balik ke dokter gara-gara penggunaan antibiotik yang tak rasional.


“Kenyataannya, kita ‘boros’ dalam menggunakan antibiotik sehingga bisa menimbulkan dampak buruk antara lain sakit berkepanjangan, biaya yang lebih tinggi, penggunaan obat yang lebih toksik, dan waktu sakit yang lebih lama,” sesal dr Purnamawati S Pujiarto, SpA (K), MMPed, yang akrab disapa Wati ini.


Selain itu, ada beragam efek yang mengancam bila anak mengonsumsi antibiotik secara irasional, di antaranya kerusakan gigi, demam, diare, muntah, mual, mulas, ruam kulit, gangguan saluran cerna, pembengkakan bibir maupun kelopak mata, hingga gangguan napas.


Bahkan, berbagai penelitian menunjukkan, pemberian antibiotik pada usia dini berisiko menimbulkan alergi di kemudian hari.


Dampak lain akibat pemberian antibiotik irasional adalah gangguan darah di mana salah satu antibiotik seperti kloramfenikol dapat menekan sumsum tulang sehingga produksi sel-sel darah menurun. Risiko kelainan hati muncul pada pemakaian antibiotik eritromisin, flucloxacillin, nitrofurantoin, trimetoprim, dan sulfonamid.


Golongan amoxycillin dan kelompok makrolod dapat menimbulkan allergic hepatitis (peradangan hati). Sementara antibiotik golongan aminoglycoside, imipenem/meropenem, ciprofloxacin juga dapat menyebabkan gangguan ginjal.


Selain itu, pemberian antibiotik spektrum luas tanpa indikasi yang tepat dapat mengganggu perkembangan flora normal usus karena dapat mematikan bakteri gram positif, bakteri gram negatif, kuman anaerob, serta jamur yang digunakan pada proses pencernaan dan penyerapan makanan dalam tubuh. Bakteri yang ada di dalam tubuh umumnya menguntungkan, seperti bakteri pada usus yang membantu proses pencernaan serta pembentukan vitamin B dan K.


Nah, anak yang kelebihan antibiotik bisa mengalami kekurangan vitamin K yang berguna mencegah perdarahan. Selain itu, juga akan menyebabkan anak menderita penyakit diare karena sistem pencernaan terganggu dan mengalami iritasi di bagian usus akibat zat-zat kimia dari antibiotik.


Diare disebabkan terbunuhnya kuman yang diperlukan untuk pencernaan dan menjaga ketahanan usus sehingga bakteri “jahat” menguasai tempat tersebut dan merusak proses pencernaan.


Akibat lain dari pemberian antibiotik yang tidak tepat adalah timbulnya kuman yang resisten. Setiap makhluk memiliki kemampuan untuk bertahan, begitu pun bakteri atau kuman. Jika jasad renik ini diserang terus-menerus, akan tercipta suatu sistem untuk bertahan dengan cara bermutasi atau berubah bentuk sehingga sulit dibunuh oleh antibiotik. “Jadi, semakin sering mengonsumsi antibiotik, makin resisten pula bakteri, parasit, atau jamur tersebut!” tandas Wati.


Bibit penyakit yang resisten itu dikenal dengan nama superbugs. Superbugs ini dapat menjadi masalah serius bagi kesehatan, baik bagi si penderita maupun masyarakat luas. Bila ada anggota masyarakat di suatu lingkungan mengonsumsi antibiotik secara berlebihan (tidak rasional), lingkungan tersebut potensial terinfeksi oleh kuman yang sudah resisten antibiotik.


Infeksi akibat superbugs ini memerlukan antibiotik yang jauh lebih kuat. Pasien harus dirawat di rumah sakit karena antibiotiknya harus diberikan melalui cairan infus. Antibiotik ini berisiko menimbulkan efek samping kesehatan yang lebih berat. Selain itu, dalam waktu cepat, bakterinya akan kebal kembali terhadap antibiotik yang superkuat tadi.


Itulah sederet akibat buruk dari penggunaan antibiotik secara berlebihan (irasional). “Yang akan dirugikan tentu bukan hanya pasien, tapi juga lingkungan sekitarnya,” kata Wati. Lantaran itu, pasien diharapkan tidak selalu meminta dokter memberikan antibiotik terutama untuk penyakit infeksi virus seperti flu, pilek, atau batuk.


Memang, antibiotik mampu memerangi infeksi akibat bakteri atau kuman sehingga tak lepas perannya dalam proses penyembuhan. Akan tetapi, penggunaan yang irasional menyebabkan antibiotik lebih banyak merugikannya ketimbang menguntungkan. (Nakita/Hilman Hilmansyah)


Sumber : Kompas


Friday, October 1, 2010

perkembangan Sayyid 4 bulan

Alhamdulillah sekarang Sayyid udah bisa:
  • tengkurep dengan lancar... kadang2 udah  bisa balik sendiri... buktinya kalo tidur udah sering pindah2 tempat...
  • ngoceh teriak2 kenceeeeng bangettt... gak karuan deh kerasnya... tapi tetep kalah sama teriakan abbynya yang bikin sayyid bengong...
  • udah kenal namanya sendiri... nengok kalo dipanggil: Sayyid, abang, bang Sayyid, deedee
  • semakin seneng mainin tangannya. mainin rattle, kaki, mainan gantung, plastik kresek, ... hehe gak perlu beli yang mahal2 dah mainan... cukup plastik aja dah seneng... teether malah dia gak suka... soale gak bisa bunyi... :D
di umur 4bulan ini, Sayyid lagi belajar:
  • duduk
  • tapi maunya belajar berdiri ... susah deeeh....
secara fisik:
  • makin mirip abbynya: dari pola rambut di kepala, paras wajahnya, tapiii teteppp
  • warna kulit ngikutin aku :D
  • rasa2nya matanya pun mirip akuu.. hehehe kegeeran sendiri
  • gak gemuk sii... lebih terlihat mungill... nah ini mirip akuuu :P
sempet sakit:
  • flu ketularan ummynya sampe suaranya serak2 gituu deeh....
Mudah2an sayyid sehat selalu...
Amiiin <3

Thursday, September 23, 2010

Cobalah keajaiban ini: Inisiasi Menyusui Dini

Artikel ini aku rewrite dari berbagai sumber. Special untuk:

  • Aku yang ingin banget melakukan ini di anak ke-2... Mudah2an bisa lahiran normal...
  • Kakak2ku yang mau punya anak ke-2 atau ke-3
  • Semua teman2ku yang sedang hamil

Sebelumnya perlu diingat!

  • Dokter atau bidan bukan manusia super ilmu... kedalaman Ilmu yang dimiliki dokter belum tentu seragam... jadi jangan percaya 100% pada titah dokter... carilah second opinion.. Ilmu tersebar di mana-mana
    * pengalaman burukku bertemu dengan dokter specialis anak yang mengatakan ASI ku gak cukup karena berat bayi hanya naik 1ons di 10 hari pertama... padahal ilmu kedokteran yang berkembang saat ini mengatakan: sudah sewajarnya berat bayi turun di minggu pertama dan akan kembali ke berat asal di minggu ke-2 karena bayi saat lahir membawa lemak sisa dari rahim yang akan hilang dari hari ke hari... Dan padahal saat itu ASI ku seringkali berceceran ... So, HATI-HATI memilih dokter...
  • Ini jaman internet... ilmu banyak sekali tersebar... so, jangan sungkan tanyakan pada mbah google... (www.google.com)
  • Kalau berkenan ikutlah milis sehat... (sehat@yahoogroups.com) .. kumpulan dokter2, ibu2 dan bapak2 cerdas yang selalu bersedia membagi ilmu kesehatan dengan cara yang logis dan MURAH....

Inisiasi Menyusu Dini atau disingkat sebagai IMD merupakan program yang sedang gencar dianjurkan pemerintah.

Menyusu dan bukan menyusui merupakan gambaran bahwa IMD bukan program ibu menyusui bayi

    tetapi bayi yang harus aktif menemukan sendiri putting susu ibu.


Program ini dilakukan dengan cara langsung meletakkan bayi yang baru lahir di dada ibunya dan membiarkan bayi ini merayap untuk menemukan puting susu ibu untuk menyusu. IMD harus dilakukan langsung saat lahir, tanpa boleh ditunda dengan kegiatan menimbang atau mengukur bayi.

Bayi juga tidak boleh dibersihkan, hanya dikeringkan kecuali tangannya. Proses ini harus berlangsung skin to skin antara bayi dan ibu.

Tahapannya adalah setelah bayi diletakkan, dia akan menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya, maka kemungkinan saat pertama kali diletakkan di dada ibu, bayi belum bereaksi.

Kemudian berdasarkan bau yang dicium dari tangannya, ini membantu dia menemukan puting susu ibu.

Dia akan merangkak naik dengan menekankan kakinya pada perut ibu.

Bayi akan menjilati kulit ibunya yang mengandung bakteri baik sehingga kekebalan tubuh bayi dapat bertambah.

Ingat, bahwa dalam IMD, Anda tidak boleh memberikan bantuan apapun pada bayi tapi biarkan bayi menyusu sendiri.

Biasanya, bayi dapat menemukan puting susu ibu dalam jangka waktu 1 jam pertama.

Program ini mempunyai manfaat yang besar untuk bayi maupun sang ibu yang baru melahirkan.

Tetapi, kurangnya pengetahuan dari orang tua, pihak medis maupun keengganan untuk melakukannya membuat Inisiasi Menyusu Dini masih jarang dipraktekkan.

 

Banyak orang tua yang merasa kasihan dan tidak percaya seorang bayi yang baru lahir dapat mencari sendiri susu ibunya.

Ataupun rasa malu untuk meminta dokter yang membantu persalinan untuk melakukannya.

Begitu juga dengan dokter atau bidan yang tidak mau direpotkan dengan kegiatan ini sehingga akhirnya bayi tidak diberi kesempatan untuk melakukan ini.

Untuk dapat memperoleh bantuan dokter, hendaknya Anda membicarakan keinginan Anda ini saat baru awal mengandung.

Pastikan agar dokter dan rumah sakit bersedia melakukannya, bila tidak Anda dapat mencari dokter atau rumah sakit lainnya yang mendukung program IMD.


Informasi tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

Berikut informasi tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD) yang dapat mendorong Anda untuk melakukan IMD sesaat setelah bayi Anda dilahirkan:

  • Percayalah bayi dapat melakukan ini sendiri. Sebenarnya, ada kodrat alami seorang bayi untuk menyusu dari ibu bahkan saat dia baru lahir. Jadi Anda tidak perlu terlalu mengkuatirkan bayi Anda.
  • Ini merupakan tahap awal yang sangat baik bila Anda ingin memberikan ASI eksklusif pada 6 bulan pertama. Bayi akan menyukai ASI dan ibu tidak akan kekurangan untuk memberikannya. IMD juga mengurangi rasa nyeri saat harus menyusui.
  • Jangan kuatir bayi Anda kedinginan karena tanpa pakaian apapun harus dibiarkan selama kurang lebih 1 jam untuk mencari puting susu ibu. Karena kulit ibu dapat menghangatkan bayi secara sempurna. Bila bayi merasa kedinginan, suhu tubuh ibu akan meningkat 2 derajat Celcius, sedangkan bila bayi kepanasan, kulit ibu akan menyesuaikan dengan menurunkan suhu sebanyak 1 derajat Celcius.
  • Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dapat meningkatkan kekebalan tubuh bayi sehingga mengurangi tingkat kematian bayi yang baru lahir.
  • Gerakan bayi yang merangkak mencari puting susu dapat menekan rahim dan mengelurkan hormon yang membantu menghentikan pendarahan ibu.
  • Bila bayi dalam melakukan IMD menangis, jangan cepat-cepat Anda menyerah untuk memberikan ASI. Bayi menangis belum tentu karena merasa lapar. Biarkan bayi Anda menemukan susu sendiri.
  • Bila persalinan harus melalui proses Cesar, Anda dapat tetap melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) walaupun kemungkinan berhasilnya sekitar 50% daripada persalinan normal.
  • IMD membantu meningkatkan ikatan batin antara ibu dan anak.

Sumber: http://kumpulan.info/keluarga/anak/40-anak/99-inisiasi-menyusu-dini-imd.html

 

Manfaat Inisiasi

    * Anak yang dapat menyusui dini dapat mudah sekali menyusu kemudian, sehingga kegagalan menyusui akan jauh sekali berkurang. Selain mendapatkan kolostrum yang bermanfaat untuk bayi, pemberian ASI ekslusif akan menurunkan kematian.
    * ASI adalah cairan kehidupan, yang selain mengandung makanan juga mengandung penyerap. Susu formula tak diberi enzim sehingga penyerapannya tergantung enzim di usus anak. Sehingga ASI tidak ‘merebut’ enzim anak.
    * Yang sering dikeluhkan ibu-ibu adalah suplai ASI yang kurang, padahal ASI diproduksi berdasarkan demand. Jika diambil banyak, akan diberikan banyak. Sedangkan bayi yang diberikan susu formula perlu waktu satu minggu untuk mengeluarkan zat yang tidak dibutuhkannya.
    * Inti dari semua itu adalah, ASI ekslusif merupakan makanan terbaik bagi bayi. Namun karena informasi ASI yang kurang, tanpa kita sadari sudah menggangu proses kehidupan manusia mamalia. Inisiasi menyusui dini memang hanya 1 jam, tapi mempengaruhi bayi seumur hidupnya.

Sumber : Healthy life Magazine Indonesia.