Saturday, April 22, 2017

Life is full of surprises

Life is full of surprises...
Ketika suatu malam aku kesel nangis karena ngerasa gagal kerjain ulangan MTK pas SMP kelas 3 (iyaa saya emang gila belajar duluuuu), tau2 aku ternyata dapat nilai tertinggi dan cuma salah 1 aja. Haha padahal semalam nangis sampe robek2 kertas gitu 😁

Life is full of surprises...
Ketika tiba2 suatu ketika di dalam kelas, seorang guru marah kepadaku dengan kata2 yang sangat menyakitkan.
Surprise banget.
Karena beberapa menit sebelumnya beliau masih senyum menyapa aku yang lagi meringkuk di kursi meja karena lagi kram haid.
Surprise banget.
Karena beliau menuduhku melakukan suatu hal yang sama sekali gak aku lakukan. Hanya karena beliau sering terbolak balik antara aku dan seorang teman.
Kejadian itu membuat aku tahu aku punya sahabat2 yang peduli yang siap membela aku.
Kejadian itu juga membuat beberapa guru datang ke aku dan bilang bahwa percaya bukan aku yang melakukan.
Kejadian itu juga membuat aku pertama kali dengan tegap berani menghadap beliau untuk menjelaskan bahwa bukan aku pelakunya.
Dan kejadian itu membuat aku untuk pertama kalinya nangis sesenggukan di depan bapak saat pulang ke rumah.
Dan mendapatkan nasihat pertama kali dari bapak untuk mendoakan orang yang berbuat zalim kepadaku.
Yes karena aku jarang banget bicara dari hati ke hati dengan bapak.
Aku hampir gak pernah curhat.
Tapi saat itu karena aku bener2 down sampai menangis semalaman.

Life is full of surprises
Ketika teman2 menerima undangan pernikahanku dengan seseorang yang tidak mereka kenal sama sekali.
Sedangkan mereka berfikir aku akan menikah dengan X atau Y atau Z
Surprise juga bagi keluarga besarku, karna untuk pertama kalinya ada anak yang menikah dengan seseorang yang baru ketemu 2x.
Dan surprise juga dengan diriku sendiri ketika aku mempersilahkan 'si dia' untuk datang aja ke rumah kalau memang serius.
Sedangkan sebelumnya aku menolak seseorang dengan alasan 'apaan siii... belum terlalu lama kenal jugaa'.
Dan akhirnya setelah proses lamaran penuh drama karena keluarga suami telat datang dari Bandung, Alhamdulillah kami menikah dan tahun ini tahun ke 8 bagi kami.

Life is fully of surprises,
Ketika belum sampai sebulan aku kerja di suatu PT dekat rumah, aku diminta mengundurkan diri karena skill ku gak akan dipake lagi. Padahal sesaat sebelum aku masuk kerja, suamiku juga resign krn mau mulai bisnis.
Akhirnya kami berdua jobless...

Then life is fully of many surprises...
Di tengah keterpurukan tersebut,
Aku hamil anak ke-2
Amazing ya cara Allah mengatur hidup hamba2Nya...
Benar2 di luar rencana kami.
Tapi nyatanya Allah memampukan kami melewati semuanya sampai kami meyakini betul firman Allah bahwa
'bersama kesulitan ada kemudahan'
'Allah tidak akan memberi beban diluar kemampuan hambaNya'

Dan kemudian tentu hadir kembali banyak kejutan2.
Baik menyenangkan menurut kami, atau menyedihkan.
Berupa kesulitan berupa kemudahan dll...
Berupa pertemuan maupun perpisahan..
Berupa kehidupan maupun kematian...

Termasuk kejutan ketika aku hamil anak ke3 tepat setelah aku memutuskan untuk kembali ngantor.

Termasuk kejutan ketika seorang Pinky tiba2 menulis pesan perpisahan di group WA kantor kami.
Padahal 1 jam sebelumnya aku masih nanya2 ttg suatu hal yg berhubungan dengan HR.
Dan kabar itu bener2 buat saya shock, sampai saya jadi melakukan apa yg disebut TimeLost.

But it's life..
Ada yang datang ada yang pergi.
Persis ketika Upin Ipin sedih ketika ditinggalkan cikgu Jasmin.

Dan sebegitu takutnya dengan kehadiran cikgu baru. Namun ternyata UI dapat cikgu yang sama baiknya yaitu cikgu Melati. Hahahaha referensinya UI terus yaaaa...tontonan tiap hari soale 😂

Dan kemudian bumi akan terus berputar terhadap porosnya (rotasi)
Dan berputar mengelilingi matahari (revolusi)
#pelajaranIPA 😗

Dan kita pun terus harus berjalan terus ke depan mengemban amanah kita sebagai khalifah di muka bumi.
Sampai pada titik Tuhan mengizinkan untuk berhenti dan melaporkan kembali kepada Sang Pencipta akan apa yang kita lakukan di muka bumi.

Tentu selayaknya kita ingin mendapatkan penilaian baik dari bos, customer, orangtua, mertua dll,
Kita juga ingin mendapatkan penilaian baik dari Sang Pencipta.

Jadi, mari nikmati semua kejutan2 kehidupan ini.
Sambil kita terus mengumpulkan laporan2 kebaikan kita untuk Sang Pencipta.

Demikian.
Semoga bermangpaat 😊😊

posted from Bloggeroid

Monday, April 17, 2017

Cuti ==== hibernasi

Yes hari ini saya ambil cuti lho...
Bukaan bukan karena jalan jalan long weekend ..
Tapii saya cuma mau tiddurrr yang buaaanyaaaaaaaak
Parah ya banyaknya hahaha

Karena kalau weekend kan ibu yg ngasuh anak2 libur juga...
Jadi gak mungkin saya bisa tidur berkuantitas pas weekend.
Malah rasanya jauh lebih capek.
Bedanya gak dikejar waktu aja...
Sedangkan kalau malam, krn Salman juga masih suka bangun2, jadi gak puas juga tidurnya...

Duuh duuh ngomongin tidur mulu..
Sebegitu capeknya apa emang hidup hehe

Kalau saya bilang iya saya capek banget.. dianggap keluhan gak ya?
Faktanya 2-3 bulan ini emang ngedrop banget.
Bulan feb lalu saya kembali kena infeksi parah di kaki karena eczema.
Habis itu sembuh, batuk2 yg tadinya saya biarin malah jadi parah+flu+sinusitis dll sampe sebulan..
Dan setelah itu urtikaria yg udah lama gak nongol tau2 nongol aja lagi dan itu bener2 ganggu kehidupan normal saya.
Sampe2 saya harus minum anti histamin yang seriously bikin nguantuuuk berattt

Iya iya saya harus ke dokter utk ini.
Tapi saya harus puasa minum obat selama seminggu kalau mau skin test...
Dan itu berat banget...

Ya daripada terus2an minum obat... Apalagi masih menyusui.
Yes i know.. ini udah coba perlahan2 ditahan2 gk minum obat..yang tadinya 2 hari sekali. Ini bisa 4 hari baru minum lagi... Karena kalau lagi parah2 nya ya gak bisa tidur.. krn guatalll
Dan memang jauh lebih parah pas malam kaan...
Ya daripada gak tidur samsek ya minum aja obatnya..

Nah jadiinya saya mutusin cuti hari ini.. cuma mau perpanjang istirahat saya.

Karena rasanya selama ini saya sudah terlalu lama jadi MOMBIE

Kalau lihat foto ini, jadi paham kan kenapa saya suka banget kopiii haha



Jadi saya pikir saya butuh setidaknya satuu hari aja dimana saya bisa tidur siang tanpa ada yang ganggu...

Karena salman ada yg jaga, jadi saya bisa tidur dg tenang.

Meskipun notifikasi WA gk berenti2 dari pagi... Hwaaaaaa...

Ah sudahlah....
Setelah pagi penuh 'drama' dengan Sayyid..
Akhirnya jam 9 pagi tadi tidur bangun stg 11.
Keluar sebentar sampai jam jemput sayyid.
Terus setelah pumping ASI, tidur lagi jam 3 sampai stg 5.

Dan skrg saya sedang siap2 mau tidur ya...

So...
Selamat tidurrr..
posted from Bloggeroid

Sunday, April 16, 2017

Hari tuaku akan seperti apa ya?

Bismillahirrahmaanirrahiim

Menjelang usia 32 tahun lusa besok...
Banyak sekali renungan2 yang saya lakukan...
gak bener2 merenung sii... karena biasanya saya mikirnya selama perjalanan dari rumah ke kantor
atau menjelang tidur
atau lagi ngambek sama suami
atau lagi 'bengong' di kamar mandi haha
setelah sholat mungkin? hampir gak pernah :(
bisa sholat tepat waktu aja udah prestasi banget rasanya...
karena 'hampir' gak pernah bisa saholat dengan tenang ...

tuh kan jadi ngalor ngidul dulu pembukaannya :D
Berikut sejumlah renungan yang saya renungi *apalah ini bahasanya*
- Apa arti bahagia?
- Apa arti dari ibadah.
- Tentang kematian.
- Tentang perceraian
- Tentang hari tua

Dan hari ini setelah membaca status-nya Ust. Adriano Rusfi
Saya tergelitik untuk bahas tentang hari tua...

Beliau bilang begini kira2...
Saat usia sudah di atas 50 tahun, sudah banyak warning tentang makanan, kesehatan, diet ini itu dll
Bagaimana dengan orang2 seperti beliau yang memilih untuk menjadikan usia tuanya sebagai masa puncak paling produktif.
Sebegitu rentanyakah masa tua itu?

Nah dulu itu saya sering mendengar kalimat2 semacam...
Kalau sudah tua nanti, tinggal ongkang2 kaki aja...
banyakin ibadah .. mupuk pahala untuk bekal di akhirat...
Dan ibadah yang dimaksud di sini adalah ibadah vertikal saja...

Sedangkan, setelah saya lihat dosen2 saya dulu di kampus...
di usia yang tidak muda lagi... mengabdi pada universitas...
bukan dosen matakuliah yang mudah2.. tapi semacam Matematika Diskrit, programing dll
Dan I see they all are very happy persons...
Mereka benar2 memanfaatkan usia mereka untuk menebar manfaat...

Atau lihat client freelance saya pribadi...
beliau anggap aku dan suami udah kayak anak sendiri...
Usianya udah gak muda lagi... di atas 60 mungkin...
tapi... bawa mobil kemana2 sendiri..
kalau janjian meeting beliau yaang palign semangat dan sangat berusaha on time...
Dan beliau happy.. happy banget jalanin usia pensiun nya...
Beliau benar2 mau menebar manfaat di usianya...

Dan sering juga lihat blogger2 usia tua yang masih aktif menulis
Menebar manfaat melalui tulisan...

Atau pernah lihat serial Upin Ipin saat episode Upin Ipin diminta anterin makanan ke tempat kerjanya Opa di penadahan getah karet? Saat itu cerita utamanya UI itu minta dibeliin mobil remot... (skip detailnya ya)
Tapi saat itu Opa bilang ke UI bahwa Opa kerja itu bukan karena UI terlalu banyak minta
tapi Opa kerja karena Opa senang kerja...
karena dengan kerja Opa bisa bertemu teman2, bersenda gurau, diskusi, dan yang paling penting Opa jadi merasa sehat :)


http://upindanipin.com.my/v7/images/char/sg/img_9_opah.png
Subhanallah

Dan bukankah Rasulullah bersabda
"Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni). "

yakan yakaaan?

Jadi ibadah vertikal tentu harus diperbaiki kualitas dan kuantitasnya
tapi menurut saya apa yang kita lakukan untuk menebar manfaat, itupun bernilai Ibadah.

Terus jadi apa rencana saya di hari tua nanti??
Saya berharap masih bisa bekerja...
Jadi programmer sampe nenek2 kali ya hahahaha

Wallahu'alam si masa tua saya seperti apa
Yang jelas saya masih bisa menebar manfaat dengan ilmu yang saya miliki saat ini dan masa depan nanti...
Saya mau jadi manusia yang bersemangat sampai hari tua nanti

Yang jelas ada satu komen mantap dari Ust Aad di status yang sama di atas
"Yang penting, semakin banyak yang dinikmati, harus semakin banyak kontribusi.

Sakit adalah ketika kita banyak menikmati tapi sedikit menghasilkan manfaat"

Jadi seimbangkan apa yang masuk (melalui makanan) dan yang keluar (aktifitas menebar manfaat)
Demikian tulisan serius malam ini

Selamat menebar manfaat :)



Monday, March 20, 2017

A childhood stories: Me vs Sayyid

Sebelumnya pagi ini,
Sayyid pulang main langsung ke kamar.
Saya tahu Sayyid lagi ngambek...

Gak perlu tanya kenapa, karena saya sudah tahu penyebabnya,
Dan benar gak lama teman2nya sekitar 6 apa 7 (lupa) datang ke rumah manggil Sayyid.

Akhirnya sayyid cerita sambil sesenggukan, kalau sayyid ikutin temen2nya naik sepeda dengan jalan kaki. Karena sepeda sayyid rusak padahal baru juga dibenerin gak sampe sebulan udah rusak lagi. Bannya nempel gitu.

Ini foto pas sepedanya baru dibenerin hehe



Nah lanjut ke cerita sayyid, kenapa nangis? Karena Sayyid ditinggal sama temen2nya duluan. Yaiyalaah temen2nya naik sepeda, dia lari juga gak bakal kekejar.

Terus temen2nya datang mau ngapain?
Minta maaf.. so sweet banget siiih...

Terus aku tawarin solusi dibonceng, tapi gak ada yang bisa. Akhirnya temennya bilang, minjem sepeda X aja yuk.
Yaudah aku bilang, minta izin dulu gih sama Ibunya. Terus temen2nya ngajak keluar utk minjemin sepeda.
Sampai sekarang belum pulang, mudah2an happy ending :)

Seneng lihat sayyid banyak temen main di rumah. Meskipun dengan lika liku yang kadang menguras hati, tapi ini yang sejujurnya buat saya masih maju mundur mau jual rumah dan pindah.

Karena memang dulu harapan saya punya rumah yang akan membuat sayyid banyak temen.

Ini seperti balas dendam pribadi, karena saya waktu kecil gak ada teman main di rumah, selain teman sekolah yang itupun jaraknya gak deket juga.

Terlebih lagi karena beda wilayah.
Rumahku bisa dibilang di kampung, meskipun pas di samping komplek, sedangkan teman terdekat ya di komplek.
Perbedaan wilayah ini bisa dibilang beda status sosial juga.
Ini yang bikin aku juga suka minder.

Bisa dibilang aku gak punya apa yang mereka punya.
Saat teman2 sudah punya sepeda, aku gak punya. Dan cukup senang ketika teman nyamperin ke rumah dan ajak aku boncengan, meskipun ujung2nya mereka berantem krn gak mau gantian bonceng aku. Dan aku? Si pendiam ini? Ya diam saja sampai dianterin balik ke rumah.

Saat teman2 asyik2 main sepatu roda, aku cukup lihat dari balik jendela, karena sampai aku lihat harga sepatu roda sudah turun, orangtuaku tetep gak sanggup beliin.

Entah sejak kapan ya aku paham aja, kalau sulit untuk minta beliin apa2 yang lagi trend saat itu.

Jadi gak pernah maksa2 juga, sampe dewasa pun bisa dibilang aku jarang banget minta beliin yang gak penting2 amat.

Bahkan untuk yang penting pun kayak buku, kalau aku masih bisa minjem temen atau perpustakaan ya gak minta beli juga.

Kami memang saat itu ya hidup berkecukupan aja. Prinsip mama bapak yang penting bisa makan bisa sekolah.
Dan Alhamdulillah, saya gak tahu gimana cara mama bapak mendidik kami, ya kami 5 bersaudara gak terlalu banyak menuntut ini itu juga.

Dan alhamdulillah dari keterbatasan tersebut, kami ber-5 bisa mengenyam pendidikan sampai universitas.

Cuma mungkin ada 1 moment yang melekat banget di ingatan saya, ketika kecil menjelang lebaran, bapak pernah tulis surat terbuka ke anak2nya di balik kalendar. Yang intinya minta maaf karena tahun tersebut bapak gak bisa beliin baju lebaran.

Padahal buat aku, baju lebaran itu penting banget karena aku bisa punya baju sendiri, bukan lungsuran dari kakakku. Hehe. Karena aku punya 2 kakak perempuan, jadi biasanya ya baju yang aku pake ya bekas kakak aja :D

Nah karena kondisi macam tersebut plus yang emang dasarnya saya pendiam dan introvert, jadi gak punya banyak temen dan gak pandai bergaul juga.

Tapi efek baiknya, saya saat itu ya mandiri aja, terbiasa main sendiri, jadi gak terlalu bergantung sama teman juga.

Sedangkan Sayyid, udah stress banget kalau lagi gakda teman,
Kalau ada kesempatan yang pas, ya saya ajak main. Sekedar cerita ini itu, main domikado, dll yant bisa menyalurkan ke-"cerewet"-an Sayyid.

Atau kalau mood nya lagi bagus ya main mainan sendiri, tapi kalau lagi ada adiknya yang susah, ujung2nya berantem rebutan mainan.

Dan efek lainnya, sayyid suka ikut arus.
Kalau yang baik ya gapapa, tapi kalau sudah ada yang gak sesuai dengan prinsip kami, ya tentu saya beritahu bahwa tidak semua yang dilakukan teman, harus diikutin. Sayyid harus jadi diri sendiri, jadi contoh yang baik, blablabla

Wallahu'alam deh...
Dengan segala keterbatasan saya sebagai seorang Ibu, saya hanya berharap Allah memampukan saya dan suami untuk mendidik anak2 kami menjadi anak sholeh.

Demikian cerita hari ini, kapan2 dilanjut.

Ohya, sepeda sayyid akhirnya dibenerin tetangga depan. Alhamdulillah :)

posted from Bloggeroid

Friday, March 17, 2017

That insecure feeling

Apaan sik? Udah emak2 bacanya webtoon gyahahaha
Karena gak kesampean baca novel, terus baca status temen ttg webtoon langsung deh nyamperin, eh ternyata lumayan ada hiburan gratis. Eh gak gratis juga sii.. nyedot kuota banget pastinya hahaha

Tapi ini ada suatu komik judulnya Pasutri Gaje.
Lihat dari skrinsyut di bawah ini, ngerti kan maksudnya. Buat emak2 pasti paham.



Yappp.. that insecure feeling.
Could be happen to every wife.
Mau baru nikah kek atau udah punya anak 3 kayak saya,
Perasaan itu suka hadir...

Perasaan kayak... "Istri macam apa saya ini... Blablabla..."
"Aku dah gak cantik lagi ya?"
"Aku istri yang nyebelin ya?"
Apalagi kalau dulu sang suami punya masa lalu, mulai deh dibanding2in dengan masa lalu tersebut.

Intinya mulai nangis bawang merah sampe nangis darah #halaah

Apalagi di tengah berita perceraian yang acapkali muncul, berita perselingkuhan, sampai berita poligami... Whoaaaa pusing gak siii..

Seorang kawan pernah bilang salah satu alasan beliau bekerja adalah, "duuh mbak... XYZ aja yang udah nikah lama, punya banyak anak terus akhirnya poligami"

Intinya saat itu beliau merasa insecure, dan akhirnya jaga2 kalau pada akhirnya pernikahannya harus berakhir krn suami akhirnya selingkuh atau apa.

Terus saya sendiri pernahkah merasa insecure seperti itu? Merasa kehilangan kepercayaan diri sebagai istri dll?
Pernahlah..
Karena saya pun wanita, apalagi kalau lg PMS beeuuuh nano2 rasanya.

Terus penyebabnya apa selain pms? Adalah... Sepanjang hampir 8 tahun nikah tentu mengalami banyak sekali kerikil2 mulai kecil sampai besar. Eh yang besar mah batu yaa #halaah

Apalagi kami menikah tanpa melalui proses pacaran. Baru sekali ketemu, sang yayang udah berani ngajuin diri, mungkin karena saya dulu cakep banget #bwakakakak

Terus gimana?
Awalnya saya pendem aja...
Tapi saya pikir, "he should be know. I am his wife!"
Yaaa saya ceritain ke suami blak2an apa yang saya rasain,
Bukan cuma untuk mengeluh, tapi memang untuk cari solusi.
Bagaimanapun pernikahan itu kan bukan cuma kehidupan bersama sebentar, tapiii insyaAllah seumur hidup.
Kalau salah satu merasa gak nyaman, pasti gak enak banget tho...

Jadi saya sampaikan apa adanya ke suami, kemudian mengalirlah segalanya, yang intinya buat saya lega sudah cerita, dan suamipun jadi lebih paham dengan saya. Yang pada akhirnya perasaan insecure tersebut berangsur2 lenyap...

Jadi, the point is KOMUNIKASI.

Menurut saya komunikasi adalah hal yang paling penting dari sebuah pernikahan selain komitmen, dan ilmu.

Sebegitu banyaknya pernikahan yang hancur, karena sulitnya komunikasi antara suami istri
Ujung2nya bercerai karena alasan "sudah tidak ada kecocokan lagi"

Memang komunikasi bukan hal yang mudah, makanya ada jurusannya sendiri tuh di Universitas "Ilmu Komunikasi"
Betul kaan?

Udah segini dulu bahasan sok seriusnya,
Cuman supaya gak terlalu merasa bersalah kebanyakan baca webtoon wkwkwk

Semoga yang sudah menikah dan mau menikah ditambahkan ilmunya untuk mencapai keluarga sakinah mawaddah warahmah. Aamiin :)
posted from Bloggeroid

Tuesday, February 21, 2017

Banjir hari ini... Masih manusia kah kita!?

Lagi rame bahaa banjir Jakarta..
Eh padahal terjadi juga di daerah lain, termasuk kotaku tercintah Bekasi..
Tapi Alhamdulillah rumahku dan segala akses menuju kantor, sekolah Sayyid (Sekolah Model Insan Madani) gak kena banjir.

Jadi yang lagi cari rumah, bolehlah mampir ke rumahkuu.. insyaAllah mau dijual wkwkwkw malah promosi...

Terus keributan lebih kepada... Ada sebagian orang yang seolah2 bilang "rasain loo Jakarta.. pada sombong sii bilang karena Ahok jadi gak banjir lagi"
Atau statement lainnya..

Serius... Saya sedih baca status2 macam itu..
Biarlah ada sebagian orang yang jumawa merasa Pilihannya itu the best ever forever dan er er lainnya..
Tapi ya sudahlaah...
Biarin itu dosa kejumawaan (kalau memang dinilai sbg dosa) biar mereka sendiri yang mendapatkan nilai minus di sisi Tuhan.

Percayalah masih buaaanyaaak pendukung Ahok yang masih lurus pemikirannya...

Cukuplah pasang2 status yang nyinyirin perilaku para pendukung2 Beliau yang kadaang memang berlebihan...
Sama aja si dengan pendukung paslon lainnya banyak juga yang berlebihan.

Karena yang berlebihan itu tidak pernah baik.

Selanjutnya???!
Kedepankan empati, simpati kawan.
Kalau gak bisa bantu materi, cukup diam sambil berdoa.
Dan teruslah bersyukur kalau lokasi kita aman dari bencana banjir...
Karena dengan syukur Allah akan menambah nikmat kita...

Rumah saya pribadi memang gak kena banjir, tapi kami mendapat musibah kecil.. bocor dimana2, kemudian pompa air kerendem dan listrik konslet.
Suasana seperti itu aja cukuup banget bikin perasaan galau tak terkira...
Apalagi udah akhir bulan wkwkwkwk

Dan aku bayangiin... Gimana itu para korban banjir... Yang rumahnya 2 lantai aja pasti tetep panik luar biasa, dan rugi materil yang tidak sedikit...


Kalau ada yang bilang ini azab krn memilih pemimpin Beliau...
Terus Bekasi banjir karena apa??

Ya Allah...ampuni kami..

So, please kawan stop pasang status, komen yang menghilangkan esensi empati dan simpati pada para korban banjir.
Karena mereka manusia .. sama seperti kita.
Masih manusia kan kita!?

Dan semoga banjir di manapun cepat surut.
Termasuk di Bekasi.
Aamiin yaa robbal 'alamiin



Di atas foto banjir di kali malang.

Src: http://m.rmoljakarta.com/news.php?id=2003

posted from Bloggeroid

Sunday, February 12, 2017

Jika aku jadi orang jakarta part 2

Seriusan tangan saya gatel banget pingin ngeluarin uneg2 ini...

Seiusan ini medsos isinya udah kayak perang dunia maya haha...

Oke, kalau saya lihat ada 2 kubu utama di Pilkada DKI ini
1. Pro Ahok
2. Asal bukan Ahok

Perangnya terutama antara paslon 2 dengan 1 dan 3

Sebagian besar Pro-Ahok karena memang merasa Ahok itu the best governor sepanjang masa (katanya selain Bapak Ali Sadikin).
Katanya sejak Ahok memimpin buaaanyak banget perubahan di kota jakarta ini...
Okeh catet.

Sedangkan kubu ke-2, sebagian besar terbagi lagi menjadi 2 tipe:
1. Muslim Yang mendasari karena keimanan kepada Perintah Allah yang dipercayai memang melarang memilih pemimpin non-Muslim (salah satunya QS. Al-Maidah ayat 51)
2. Non-muslim atau sebagian muslim yang karena emang 'sebel' banget sama 'attitude' nya Ahok terutama lisannya + masalah reklamasi + penggusuran + kasus sumber waras + dan beberapa kasus lainnya

Kemudian terjadi perdebatan terutama karena Perbedaan Penafsiran QS Al-Maidah 51.
Kubu Pro-Ahok memiliki penafsirannya sendiri dengan berpegangan rujukan dari sejumlah ulama,
Begitupun Kubu Asal Bukan Ahok dengan berpegangan pada fatwa ulama yang jumlahnya (saya amati) lebih banyak daripada kubu Pro Ahok

Kemudian ada sejumlah statement dari salah satu kubu...
ahh itu mah kubu si B cari2 aja referensi dari ulama yang sepemahaman....
Laah padahal mah kubu si A juga...
Kata kubu si B jangan saklek2 banget napah...
kata kubu su A masuklah Islam secara kaffah..
terus kubu si B bilang... terus ngapain masih main2 di FB yang jelas2 punya orang kafir
terus kata si A blablablabla
terus kata si B blublublublu

terus ada lagi yang bilang.. halaah itu mah ayat cuma dipolitisasi aja...
jadi jangan salahkan Ahok saja kalau beliau bilang "Jangan mau dibohongi pakai Al-Maidah 51"
karena saya rasa sebagian Muslim pun berpendapat demikian
Sebagian Muslim merasa Ayat suci tersebut cuma dijadikan alat politik aja. yang penting bukan Ahok.

Terus ada lagi yang bilang "haalaah partai X itu aja pernah kok dukung non muslim"
jadi beneran emang cuma politik aja
udah gituuu masing2 punya alasan
masing2 bisa ngeles
intinya masing2 mempertahankan pendapatnya

terus kalau saya sendiri gimana?
Saya sendiri salah satu Muslim yang diberikan pengetahuan tentang Larangan Memimpin Non Muslim itu sejak?? Yap sejak SMA, seingat saya si pas Rohis dan itu terpatri banget di otak saya sampai saat ini.
Dan saya tidak merasa perlu mencari sanggahan atas ayat ini...
Karena apalah saya ini... cuma salah satu hamba Allah yang sangat fakir ilmu gak berani teramat sangat menentang para ulama...

Eh tapi kan partai X itu pernah kok dukung non muslim.. Lah terus napah?
Emang partai X itu pedoman hidup kita?
Sabodo amat dengan kebijakan partai X tersebut...
partai X itu pun juga kumpulan manusia koks...

Lagian lihat isi partai pendukung si 1 dan 3
Banyak yang korupsi?
Laluuuuuuuu? apa iya partai pendukung 2 bersih dari korupsi? hayo hayo hayo coba hitung2 lagi..
banyak beuttt

Jadii kawan, jangan mengira kawan2 kita yang tidak memilih Ahok karena alasan menjalankan keyakinan kami terhadap Perintah Allah di QS Al Maidah 51 itu karena hanya diperalat oleh para partai politik, dibohongi...
Kamiiii cuma merasa berkewajiban untuk memilih sesuai dengan petunjuk yang kami yakini..
Bukan bukan.. itu bukan sekedar perbedaan pendapat seperti Qunut, tahlil dan sebagainya...
tapi lebih dari itu...
Kami merasa cinta kami kepada Tuhan kami HARUS JAUH LEBIH diutamakan dibandingkan Keinginan kami untuk melihat Jakarta lebih maju atau apalah sebutannya.

Karena pada akhirnya bukan Ahok atau siapapun yang membuat kami Bahagia, yang membuat kami sejahtera... Semua itu adalah karunia dari Tuhan kita.. Allah S.W.T

Dan kok pada akhirnya kita suudzon banget siik sama calon nomor 1 dan 3.
Seolah2 kalau calon nomor dan 3 itu yang memimpin, jakarta akan hancur lebur.. akan kembali banjir.. akan kembali kacau...

Terus jadii kalau aku jadi orang jakarta, akan milih siapa?
Aku akan milihhh balik lagi jadi orang Bekasi wkwkwkwkw

Udah aaahhh
Once again
Selamat memilih Hai Jakarta

Please respect each other
jauhi prasangka
jauhi kampanye hitam
jauhi bermusuhan karena beda pendapat

Semoga 15 Februari nanti aman tentram ya
Siapapun yang terpilih nanti.. ikhlas saja...
Seperti yang saya bilang di atas
"Karena pada akhirnya bukan Ahok atau Anies atau Agus yang membuat kami Bahagia, yang membuat kami sejahtera... Semua itu adalah karunia dari Tuhan kita.. Allah S.W.T"

Dan selamat libur buat saya dan semua yang tidak ikut pemilu nanti....Yeiyyyyyyyyyyyyy