Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Thursday, September 29, 2011

Rasanya mau meninggal gimana ya?

Bismillahirrahmaanirrahiim...

Entah kenapa beberapa minggu terakhir sering muncul pertanyaan seperti ini...

Rasanya orang mau meninggal gimana ya?

Ada beberapa cerita, kalau orang mau meninggal dia seperti dikasih "tanda"... tanda ekstrimnya
sering didatangi oleh makhluk tertentu...

Atau tiba2 dia menyiapkan segala sesuatu untuk bekal keluarga ketika ia tiba2 meninggal...

tentunya selain bekal akhirat ya...

ada yang tiba2 beli kain kafan, ada yang tiba2 bikin surat wasiat atau apa pun ...

Aku sendiri, untuk akhirat entah berapa banyak bekal yang sudah kusiapkan .... selain janjiku berkali2 ke Sang Pencipta bahwa aku akan memperbaiki diriku sebelum dipanggil nanti dengan target2 tertentu...

Ahh... kalau nyatanya aku meninggal esok bagaimana?
atau sesaat setelah aku selesai mengetik notes ini...
Kira2 aku masih dapat kavling untuk hidup yang nyaman di akhirat gak ya... setidaknya untuk berteduh saja...

Sedangkan untuk bekalku ke keluarga...

Harapanku ketika aku meninggal nanti, aku tidak meninggalkan beban untuk keluarga...
Aku mau bayar beberapa kewajibanku dulu, hutang yang terlupakan misalnya
termasuk hutang puasa...

Inginnya juga aku bisa menyiapkan biaya pemakamanku nanti jadi tidak perlu keluargaku yang pusing memikirkannya...

Untuk masa depan anakku, kupercayakan seutuhnya tentu saja pada suamiku...
Aku ingin ketika aku tiada, anak2ku dirawat full oleh ayahnya bukan oleh nenek kakekny atau keluarga lain...

Setidaknya aku sudah buka asuransi di salah satu asuransi syariah... Yang jika dalam 3 bulan pembayran polis aku sudah meninggal, phak asuransi akan memberikan sejumlah uang yang cukup besar untuk ahli warisku...
Hmmm, dipikir2 itu jadi salah satu alasanku ambil asuransi tsb... hihi

Akhirnya di notes ini, aku mau sampaikan permohonan maafku.
untuk semua yang pernah tersakiti oleh kata2 atau perbuatanku...
Jika aku punya hutang, tolong segera disampaikan ya...

Semoga kehidupan dunia kita lebih baik
tapi, kehidupan akhirat kita yang terbaik... Amiin YRA

Friday, November 12, 2010

watch out your mouth...

Subhanallah... alhamdulillah...
Allah menciptakanku tanpa cela... 
dengan mulut yang bisa berbicara lancar,
dengan telinga yang bisa mendengar dengan baik *walaupun kadang2 budi :D*

Alhamdulillahirabbil'alamiin...

Tapi entah berapa banyak orang bahkan mungkin aku yang tidak bisa menjaga pemberian Allah yang satu ini... mulut...

Berapa banyak kata2 yang tidak bermanfaat keluar dari mulut kita?
Bahkan kata2 itu secara tidak sengaja menyakiti hati orang lain?

Sekitar 1 tahun lalu... aku jalan sama temanku...
Gak sengaja aku melakukan kesalahan... gak besar... hanya gak sengaja...
terus dengan gampangnya dia mencaci aku Gu*bL*k banget sih lo...

Memang aku dah jarang banget jalan bareng sama dia...
dan alhamdulillah selama ini aku berteman dengan teman2 yang lembut perkataannya,...
jadi ketika temanku mencaci seperti itu, rasanya aneh... kok bisa ya mulutnya dengan mulus melempar kata2 seperti itu...

Seringkali juga aku membaca komentar2 di media, entah itu komentar artikel, status facebook... dsb.... kok gampang banget ya mengeluarkan kata2 kasar a*j*ng, t*i, dsb sampai perkataan yang menjurus porno... 

Seringkali juga aku mendengar ibu2 yang mengomeli anaknya dengan kasarnya...
dan efeknya anak itu terbiasa mengucapkan kata2 itu dalam kesehariannya...

Seringkali aku mendengar lagu2 cacian dari sekelompok pendukung fanatik spt bola yang dengan lancarnya menciptakan lagu penuh dengan cacian dan kata2 kasar....

Aneh...
katanya Indonesia negeri yang ramah... 
negeri yang punya tata krama... 
tapi ngeliat orang2 itu... benar2 aneh...

Okelah itu hal ekstremnya...

tapi ada juga yang terbiasa bicara lembut... tapi tanpa disadari kata2nya tajam setajam silet... dan itu tidak disadari...
aku rasa mungkin ini yang lebih mengerikan...

ketika tanpa disadari, mulut kita berkata yang tidak enak.. menyinggung perasaan orang lain, memojokkan orang lain dan menganggap dirinya paling benar... 
itu yang lebih mengerikan... 
karena kata2 itu bisa menujam tajam ke dalam hati...

beberapa hari yang lalu, temanku mencurahkan isi hatinya 
yang kesal dengan temannya yang ucapannya dan tingkah lakunya secara tidak langsung menyinggung perasaannya...
padahal orang tersebut biasanya lembut... 

akhirnya apa yang kubilang mengerikan terjadi...
berbagai prasangka... 
berbagai praduga... yang entah itu benar atau tidak...
sampai akhirnya keputusasaan utk tidak lagi peduli... 
dan menyerah pada doa...

aku rasa itu lebih menyeramkan...

Apakah aku, kamu, kita pernah seperti itu?
Kawan, maafkan aku kalau aku pernah berkata yang menyakiti hati kalian...

Please correct me directly...
jangan membicarakanku di belakang... 

OKEH...

Mohon maaf lahir dan bathin ^^

Friday, February 12, 2010

a workers wife

Terbersit sebuah pernyataan seorang teman yang disampaikan oleh seorang teman yang lain (ribett amattt)... kira2 redaksional-nya begini
"Bener ya jadi perempuan itu bebannya berat, gk cuman ngurus suami, ngurus anak, tapi juga tetep harus kerja juga apalagi di jaman sekarang...."

Yups, menurutku peran perempuan (sebagai seoarang istri) yang ideal adalah memfokuskan diri untuk bisa menjadi ibu yang akan membuat rumah menjadi madrasah pertama untuk anak-anaknya... Bayangan segala macam rencana untuk anak, bagaimana mendidik anak, bagaimana membuat anak senang belajar, beribadah, bersemangat, selalu patuh dan menjadikan orangtua sebagai sahabat terbaiknya, penuh wawasan dan sebagainya menjadi sebuah bayangan yang teramat indah...

Tapi, tanpa bisa dipungkiri. Kondisi saat ini, menuntuk sebagian wanita untuk menambah prioritas hidupnya yaitu mencari penghasilan untuk mencukupi kebutuhan hidup. yaitu dengan bekerja...

Memang tidak semua wanita memilih bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup, ada yang hanya untuk memenuhi kebutuhan "aktualisasi diri", ada yang hanya karena "sayang udah sekolah tinggi2", atau bahkan ada yang hanya untuk "bisa beli apapun semaunya, tanpa tergantung pada uang pemberian jerih payah suami"...dan lain sebagainya

Then, someday aku mendengar sebuah cuplikan kajian dari "Mamah Dedeh" di acara "Mamah dan Aa" yang lagi kebetulan aja remote TV mengarahkan ke acara tersebut, dan pas sekali bahasannya...

Intinya Mamah Dedeh, menyatakan demikian, "bahwa amalan pertama yang ditanyakan kepada seoarang suami di hari akhir nanti (selain amalan ibadah vertikal mungkin ya) adalah mengenai nafkah suami terhadap istri dan anak2nya"

Sang suami akan ditanyakan di hari akhir kelak, apakah suami telah benar2 memenuhi tanggung jawabnya untuk menafkahi istri dan anak2nya?

Wow!! aku rasa itu pertanyaan yang sangat teramat berat yang harus ditanggung oleh SUAMI... bukan ISTRI...karena istri tidak diwajibkan untuk menafkahi keluarganya...

Inilah yang harus disadari, bahwa beban suami ternyata jauh lebih berat dari istri... karena yang pernah ku dengar dari seorang ustadz bahwa suami sebenarnya adalah wali dari istri (setelah dilakukan serah terima pada akad nikah) bertanggung jawab atas segalanya... Bahkan suami bertanggung jawab bila ada keburukan dari sang istri... karena peran suami pula untuk mendidik sang istri...

So, menurutku istri yang ideal mungkin, istri yang bisa mendorong, mendukung suami untuk bisa memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang suami...

Bila suami kurang dalam memenuhi nafkah istri dan anak2nya, dorong suami untuk lebih bersemangat untuk menjemput rezeki-Nya, beri semangat, beri ide2 segar, dan yang pasti jangan mencela dan menghina suami atas kekurangan ini...

Dan pastinya tetap bersabar, ikhlas atas kondisi tersebut...dan yang pasti selalu membesarkan nama suami dan menutup aib suami di depan siapapun...

How about me? I'm still learning to be a good wife.. and planning to be a good mother...
Because I live in a school... school of life...

Semoga bermanfaat...

Friday, October 2, 2009

17:58

Kemaren pas banget lagi baca terjemahan QS.Al-Isro(17) ayat 58..
baca itu langsung keinget gempa kemarin..
Berikut terjemahannya:
Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat
atau
Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras.
Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh). (QS. 17:58)

Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya)...
Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras..
Mungkin itu yang sangat pas dengan kondisi Indonesia yang gak berenti2 ditimpa bencana...
Mungkin kita sudah sebegitu durhakanya..... Astaghfirullahul'adzim...

Nah terus sore ini denger di Radio Dakta ... yang membahas gempa kemarin..
ada hal yang menarik...
Sehubungan dengan waktu kejadian gempa...

Yang pertama,
terjadi pukul 17:16
kedua pukul 17:58
dan terakhir di jambi 08:52

kalau dilihat
17:16 = QS.Al-Isro ayat 16, yang berbunyi:
Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (suatu mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. (QS. 17:16)

-> bukankah esoknya ada pelantikan DPR yang biayanya bermiliar-miliar???

17:58 = QS.Al-Isro ayat 58, spt yang saya tuliskan di atas..

08:52 = QS.Anfaal ayat 52, yang berbunyi:
(keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir'aun dan pengikut-pengikutnya serta orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat keras siksa-Nya. (QS. 8:52)

Sudah menemukan keterkaitannya?
Wallahu'alam ....

Mari sama2 memperbaiki diri kita...
Jangan sampai Allah semakin murka dan benar2 membinasakan kita...Amiin

Thursday, September 10, 2009

2,5 juta

mendengar sebuah renungan menarik kemarin dari Bpk Bagus Hernowo (pesantren Entrepreneur) di radio Dakta...

Kisahnya (maaf aku bukan pencerita ulang yang baik, hanya bisa ambil intisarinya aja)..
Seseorang berkata, bahwa saya merasa cukup dan bersyukur dengan penghasilan yang saya miliki.
Dengan 2,5 juta penghasilan saya, saya bisa memnuhi kebutuhan keluarga saya.. Karena itu saya merasa cukup dan bersyukur...

Tanggapan Pak Bagus...
"Menurut saya orang itu sangatlah egois, kenapa dia harus merasa cukup dengan penghasilan tersebut. Kenapa dia tidak berusaha lebih lagi hingga penghasilannya mencapai 20juta...
Dari 20juta itu, 2.5 jutanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tapi sisanya untuk membantu orang lain yang kehidupannya susah"

Sebagian besar dari kita memiliki cita-cita yang sangat kecil, mencari kerja hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup...
TIdak pernah terfikir oleh kita, untuk mencari/memperoleh penghasilan untuk membantu orang lain yang kehidupannya susah...
Tidak bisa dipungkiri, hidup kita dikelililingi oleh orang-orang dengan ekonomi lemah, para tukan becak, pemulung, pengemis, anak2 jalanan yang kita liat di setiap kali kita menengok ke kanan dan ke kiri...

Pernahkah terfikir oleh kita, untuk memberi lebih banyak lagi untuk mereka...
Kita sehari2 disibukkan oleh kegiatan untuk diri kita sendiri... untuk keluarga kita, untuk anak2 kita, untuk kebutuhan pribadi kita...

Tapi pernahkan kita menambah 1 porsi fikiran kita untuk membantu orang yang jauh lebih susah...

Tanpa kita sadari, selama ini mungkin kita menjadi pribadi yang egois... atau mungkin hanya kita belum berani memiliki cita2 besar...
Cita2 yang lebih besar dibandingkan memiliki jenjang karir yang lebih tinggi, sekolah lebih tinggi, rumah yang besar....
Tapi membantu mengangkat derajat hidup orang lain...??

"Itu tugas Negara"... "Fakir Miskin dan Anak Terlantar dipelihara oleh negara"...
Terkadang itu adalah alibi kita...
Tapi, kita lupa, bahwa Kita adalah Bagian Dari Negara...
Jadi, tanpa peduli berapa besar peran pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan, kita sebagai bagian dari Negara, seharusnya juga bisa berperan lebih banyak dan lebih aktif lagi....

100909..
~untukku, untukmu, untuk kita semua...
~Semoga kita menjadi insan yang selalu peduli terhadap sesama...Amiiin...

2,5 juta

mendengar sebuah renungan menarik kemarin dari Bpk Bagus Hernowo (pesantren Entrepreneur) di radio Dakta...

Kisahnya (maaf aku bukan pencerita ulang yang baik, hanya bisa ambil intisarinya aja)..
Seseorang berkata, bahwa saya merasa cukup dan bersyukur dengan penghasilan yang saya miliki.
Dengan 2,5 juta penghasilan saya, saya bisa memnuhi kebutuhan keluarga saya.. Karena itu saya merasa cukup dan bersyukur...

Tanggapan Pak Bagus...
"Menurut saya orang itu sangatlah egois, kenapa dia harus merasa cukup dengan penghasilan tersebut. Kenapa dia tidak berusaha lebih lagi hingga penghasilannya mencapai 20juta...
Dari 20juta itu, 2.5 jutanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tapi sisanya untuk membantu orang lain yang kehidupannya susah"

Sebagian besar dari kita memiliki cita-cita yang sangat kecil, mencari kerja hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup...
TIdak pernah terfikir oleh kita, untuk mencari/memperoleh penghasilan untuk membantu orang lain yang kehidupannya susah...
Tidak bisa dipungkiri, hidup kita dikelililingi oleh orang-orang dengan ekonomi lemah, para tukan becak, pemulung, pengemis, anak2 jalanan yang kita liat di setiap kali kita menengok ke kanan dan ke kiri...

Pernahkah terfikir oleh kita, untuk memberi lebih banyak lagi untuk mereka...
Kita sehari2 disibukkan oleh kegiatan untuk diri kita sendiri... untuk keluarga kita, untuk anak2 kita, untuk kebutuhan pribadi kita...

Tapi pernahkan kita menambah 1 porsi fikiran kita untuk membantu orang yang jauh lebih susah...

Tanpa kita sadari, selama ini mungkin kita menjadi pribadi yang egois... atau mungkin hanya kita belum berani memiliki cita2 besar...
Cita2 yang lebih besar dibandingkan memiliki jenjang karir yang lebih tinggi, sekolah lebih tinggi, rumah yang besar....
Tapi membantu mengangkat derajat hidup orang lain...??

"Itu tugas Negara"... "Fakir Miskin dan Anak Terlantar dipelihara oleh negara"...
Terkadang itu adalah alibi kita...
Tapi, kita lupa, bahwa Kita adalah Bagian Dari Negara...
Jadi, tanpa peduli berapa besar peran pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan, kita sebagai bagian dari Negara, seharusnya juga bisa berperan lebih banyak dan lebih aktif lagi....

100909..
~untukku, untukmu, untuk kita semua...
~Semoga kita menjadi insan yang selalu peduli terhadap sesama...Amiiin...

Sunday, April 5, 2009

Kaya....

Dunia ini luas...
Dunia ini megah...
Dunia ini kaya...

Tapi...
Ada yang Maha Luas...
Ada yang Maha Megah...
Ada yang Maha Kaya...

Maka,
Pantaskah kita merasa paling luas kekuasaannya...
Pantaskah kita merasa paling megah kepemilikannya...
Pantaskah kita merasa paling kaya kekayaannya...

Tidak...
Tidak...
Tidak...

Dunia akan terasa terlalu sempit kalau kita melihatnya dari kaca harta, kuasa dan tahta...

Dunia ini indah kawan...
Selama hati kita kaya...

Kaya akan cintaNya...

~Bumi Allah ... April 5th 2009

Sunday, March 29, 2009

Mari kita sejenak mengingat masa depan...

Kadang kadang terlalu sibuk dengan aktifitas duniawi... kita lupa kalau kita akan mengalami hari akhir... hari penentuan tempat kita di akhirat nanti....

Mudah2an beberapa ayat ini, jadi pengingat kita semua... Agar semakin berhati2 bertindak di dunia fana ini.....

Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas Araaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga: "Salaamun alaikum ". Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya).
QS. al-A'raf (7) : 46

Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata:" Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu ".
QS. al-A'raf (7) : 47

Dan orang-orang yang di atas Araaf memanggil beberapa orang (pemuka-pemuka orang kafir) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tandanya dengan mengatakan: " Harta yang kamu kumpulan dan apa yang selalu kamu sombongkan itu, tidaklah memberi manfaat kepadamu ".
QS. al-A'raf (7) : 48

(Orang-orang di atas Araaf bertanya kepada penghuni neraka): "Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah? ". (Kepada orang mukmin itu dikatakan): "Masuklah ke dalam surga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati.
QS. al-A'raf (7) : 49

Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: "Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepadamu". Mereka (penghuni surga) menjawab: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir.
QS. al-A'raf (7) : 50

(Yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka". Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.
QS. al-A'raf (7) : 51

Friday, November 14, 2008

I have a dream

I have a dream..
not to song a sing (westlife song :P)...
But a glamorous dream...
which I wonder, if I can reach it...
If I'm not too arrogant to hope that dream reached??

But, I'm always sure... there's not impossible dream to be gained...

The founding of air plane, telephone. computer, lamp, etc...
is also started with a dream..
A dream of scientist to have something different to this world...

Indonesian Independence is also started with a dream.
A dream to have a freedom to be a country..

Even...
Our birth to this world is also started with a dream..
A dream of our parent to have a child that will fullfill their life...

So, why we must afraid to dreaming?
Nobody knows if our dream will be a reality or just a sweet dream...

All we can do, is just try with our best..
Then let Our God to decided if that dream will be ours or not...

Keep dreaming!! find another dreams....
because only with dreaming, we have a courage to make something different!!

Sunday, November 9, 2008

Jangan mau jadi orang yang biasa-biasa aja

Jadi keinget obrolan dengan seorang teman kira2 setahun atau hampir 2 tahun yang lalu..

Kira2 dia bilang begini, "Adalah hal yang luar biasa kita diciptakan oleh Allah... Jadi, jangan mau cuman jadi orang biasa. Jadilah orang yang luar biasa"

Setuju??

Betul bukan. Kita diciptakan hasil dari sebuah seleksi yang dari berjuta2 calon makhluk hidup yang Allah ciptakan melalui orang tua kita..
Dan kita diciptakan bukan hanya untuk menuh2in bumi doang. Tapi sebagai khalifah di muka bumi.

Dan tugasnya khalifah? tentu menjaga, memelihara, mengembangkan bumi ini...
Apakah hal yang luar biasa, kalau apa yang kita lakukan juga biasa2 aja...

Hidup statis, yang penting senang, yang penting tenang, yang penting bisa makan enak, tidur enak, jalan2, dugem, punya duit, gak kelaparan, ngerokok, narkoba, dll
Pokoknya keinginan kita semua terpenuhi?

Apakah hal itu adalah hal yang luar biasa?

Dibandingkan orang2 terdahulu kita... Ilmuwan2 yang menciptakan berbagai macam hal yang kita nikmati sekarang...
Apakah hal yang luar biasa, kalau kita hanya menggunakannya bahkan menyia-nyiakannya...

Dibandingkan orang2 terdahulu yang menemukan bumi yang kita pijak ini, menemukan benua Amerika, Asia, dsb...
Apakah hal yang luar biasa, kalau kita bahkan tidak menjaga bumi yang kita pijak setiap saat ini?

Dibandingkan orang2 terdahulu yang berjuang untuk kemerdekaan bangsa ini,
Apakah hal yang luar biasa, kalau kita hanya bermalas2an, membiarkan waktu untuk melakukan hal2 yang tidak bermanfaat?

DIbandingkan orang terdahulu dan orang2 saat ini yang telah berhasil menciptakan lahan pekerjaan,
Apakah hal yang luar biasa, kalau kita tidak serius dalam pekerjaan. Bekerja hanya untuk mendapatkan gaji, berjuang utk mendapatkan hak tapi terkadang melupakan kewajiban?

Dibandingkan Nabi2 kita yang telah berhasil menyebarkan keindahan Islam di bumi ini..
Apakah hal yang luar biasa, kalau kita bahkan untuk sholat pun sering melupakannya?

Jadilah orang luar biasa!!
Semangat!!!!!!

Monday, July 7, 2008

Duri.... inspiring ....

Sepulang dari pasar, dua bocah kecil kakak beradik berjalan menyusuri jalan kampung menuju rumahnya. Di tengah perjalanan sang adik mengaduh kesakitan. Sesuatu menusuk kakinya dan menghentikan langkahnya. Ia menjerit, menangis tak kuasa menahan rasa sakit setengah tergeletak di tanah.

Si kecil terus memegangi kakinya, sedangkan abangnya hanya tersenyum menyaksikan polah adiknya yang dianggapnya berlebihan. Tanpa sedikitpun rasa panik, ia memegang kaki adiknya dan mencari sumber rasa sakit itu. Tak setetes pun darah keluar dari kaki adiknya, ia pun tersenyum dan berkata, “Cuma duri kok dik, sini abang keluarkan durinya, ” si abang mencoba menenangkan.

Bukannya tenang, si adik malah semakin histeris. Ia takut abangnya akan mencongkel kakinya dengan pisau, atau bahkan memotong kakinya. Tangisnya semakin keras berusaha memertahankan kakinya, tak ingin seorang pun menyentuh luka di kakinya. Sempat ia meminta abangnya agar menggendongnya saja sampai di rumah, atau setidaknya menunggu sampai rasa sakitnya hilang sehingga ia merasa mampu berjalan kembali.

Namun tak berapa lama, tangis itu berhenti dan hanya terdengar sesegukan kecil saja. Rupanya, bayangan buruk yang akan terjadi pada kakinya hilang ketika si abang hanya mengeluarkan semata peniti yang dipakainya sebagai pengganti kancing kemejanya yang hilang.

Perlahan dan penuh kehati-hatian si abang mengeluarkan duri di kaki adiknya. Dan beberapa menit kemudian, duri pun berhasil dikeluarkan, “tidak perlu memotong kakimu kan?” kali ini seulas senyum yang tergambar di wajah adiknya.

***

Duri kecil yang menusuk di kaki, tak semestinya membuat perjalanan terhenti sama sekali. Berhenti sejenak, keluarkan durinya dan lanjutkan perjalanan. Duri kecil hanya menusuk bagian sangat kecil dari telapak kaki. Untuk menghilangkan durinya, tak pula harus memotong kaki karena itu semakin menimbulkan rasa sakit yang lebih.

Kemampuan kita melihat pokok masalah akan menentukan seberapa tepat kita mengambil keputusan dalam mengambil tindakan guna menyelesaikan masalah tersebut. Jangan pernah memandang masalah kecil dengan kaca pembesar, ia akan terlihat sangat besar dan terasa sulit dicari jalan keluarnya.

Tidak perlu membakar rumah hanya untuk mencari bangkai tikus yang mengganggu seisi rumah. Endus saja sumber baunya dan segera singkirkan bangkainya, bau tak sedap pun pasti hilang.

Sayangnya, sebagian dari kita masih sering terjebak pada kondisi di mana masalah senantiasa terlihat lebih besar dari kemampuan yang kita miliki untuk menyelesaikannya. Sungguh, bakteri pun selalu terlihat lebih besar di mikroskop. Padahal dengan mata biasa, ia takkan terlihat. Sebenarnya, kita sendirilah yang kerap menjadikan masalah itu seolah lebih besar dari keadaan sesungguhnya. –Gaw, 2008-

taken from: http://eramuslim.com/atk/oim/8706144118-cuma-duri-kok%EF%BF%BD.htm

Saturday, April 5, 2008

SEBUAH IRONI

kemarin malam d sebuah angkot,duduk berdampingan 2 org manusia.

yang pertama,wanita berwajah sangat menyeramkan.. dg letak mata,hidung,mulut yg sedikit bnyk berubah..tp saya melihat kepercayaan diriny dg tetap duduk tegak,tanpa menundukan kpala.

d lain pihak,ada laki2 gagah,terlihat sehat,tp sayang pikiranny kurang waras...dy seringkali berbicara sendiri...

fuuh,ironis..

Saturday, February 9, 2008

Kesedihan berpasangan dengan kebahagiaan...

"Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah" (Q.S. Adz-Dzaariyaat[51]:49)

Yeps seperti ayat di atas, salah satu hal yang berpasangan adalah kesedihan dan kebahagiaan..

Dikutip dari buku "Kitchen table Melody", Agnes T Harjaningrum:
"Kesedihan akan mengantarkan manusia kepada kekuatan dan kebahagiaan yang mendalam."

From James Scott, seorang psikiater terkenal pernah menyimpulkan:
"Betapa jiwa manusia malah menjadi kuat setelah melewati serangkaian kesedihan"

From Jan Goldstein dalam karyanya yang berjudul Sacred Wounds:
"Duka cita yang mendalam akan menghasilkan banyak sekali kesucian"

From Jalaludin Rumi:
"Hanya melalui jalan kesedihan, melalui penderitaan yang disertai dengan kesabaran,manusia bisa tumbuh menjadi laki-laki(baca:manusia) sejati."

Dari suami Ibu Agnes.T Harjaningrum kepada Agnes:
"Apa pun wajah mereka, wajah sang rasa, entah duka atau cita, mereka hanya meminta kita untuk mensyukurinya, Ma!
Bersyukur dan bersyukur, bahkan kala kita sedang dilanda duka.
Allah hadirkan semua itu bukan tanpa maksud.
Kekuatan di dalam kesedihan itu yang sedang diajarkanNya,Ma!"

"Hanya satu yang Kau pinta, syukur dan hanya bersyukur.
Dengan cara menerimanya sebagai sesuatu yang menawan, walaupun ia si buruk rupa"

Hmm betul juga...
and itu selalu aku alami...
Ketika aku sedang sedih2nya....ada saja kejutan-kejtan manis yang Allah berikan untukku...
kelihatannya kecil mungkin di mata orang, tapi bagiku itu sangat berarti...

Contohnya, ketika aku merasa kehilangan seseorang yang udah aku percaya, dalam waktu singkat Allah memberiku kebahagiaan dengan mempertemukan aku dengan sahabat-sahabat yang udah lama banget nggak berinteraksi...
Mempertemukan aku dengan kawan-kawan baru yang membuat hidupku jauh lebih berwarna.... How wonderful life....^_^

Dan kebetean kemaren (sesuai dengan postingan sebelumnya) juga akhirnya mulai musnah, karena aku dapet penjelasan yang cukup menenangkan hati....
@Least ternyata that person not like a person before..... Yeaahhh masih banyak orang baik kok..... :D

Tuesday, January 1, 2008

manusiawi kah?

Iya... setiap manusia di dunia pasti akan selalu diuji dengan segala bentuk ujian...

Dan sudah kewajiban manusia untuk memaknai segala ujian tersebut...

Tapi sebagai manusia biasa, bukankah menjadi hal yang manusiawi jikalau manusia sedikit lupa akan ayat Allah yang berbunyi, "Allah tidak akan menguji di luar batas kemampuan hambaNya"

Bukankah hal manusiawi juga kalau hati merasa bersedih dengan ujian-ujian tersebut...

Bukankah hal manusiawi kalau akhirnya manusia itu banyak mengeluh...

Tapi, manusia juga diminta untuk bersabar dan ikhlas...

Tapi, manusiawi juga kan, kalau manusia merasa lelah...

Manusiawi juga kan, kalau tiba-tiba manusia merasa bingung, kenapa ujian yang diberikan lebih berat dibandingkan manusia lain....

Mudah-mudahan kita bisa menjadi manusia yang selalu bersyukur atas apa pun juga, termasuk atas ujian-ujianNya...  

Sunday, November 11, 2007

Iman hitungannya per detik

Agak agak terngiang ngiang omongan 'Mbakje'  kemaren Sabtu..
Tapi gk tau juga terngiang-ngiang sampai kapan.........hehe
She said, "Iman itu hitungannya per detik"

Hmmm.......
Seberapa sering kita menuhankan pekerjaan kita..
   Aduuuhh tanggung nih kerjaannya bentar lagi.....
Seberapa sering kita menuhankan acara TV kesayangan kita......
   Aduuuhh lagi seru serunya nih.....
Seberapa sering kita menuhankan games favorit kita..
   Aduuh entar kalo ditinggalin, bisa game over nih....
Seberapa sering kita menuhankan obrolan gosip dengan teman...
   Aduuuh entar keburu lupa nih ceritanya.......
Seberapa sering kita menuhankan uang kita.....
   Aduuuh sayang ah... lagian cuman segini kok.....


Seberapa sering kita menuhankan ... menuhankan ... menuhankan ... selain Allah Tuhan kita
Ketika panggilan azan bertalu-talu...
Ketika panggilan untuk beramal sudah di depan kita.......
Ketika panggilan untuk meninggalkan kemungkaran ada di hati kita......

Iman itu hitungannya per detik
Begitu pula kesempatan Malaikat Izrail menjemput ajal kita....

Untukku, dan semuanya....
Semoga kita menjadi insan yang selalu memperbaiki diri.....

Friday, August 17, 2007

Waktu... Pengen....

Waktu masih kecil sekitar umur 4 atau 5 tahun..
Pengen banget cepet masuk sekolah, biar bisa cepet pinter...
Akhirnya dimasukkanlah kita ke Taman Kanak-Kanak ...

Waktu dah TK,
pengen banget cepet masuk SD, abis bosen  belajarnya nyanyi terus,
dan pengen juga biar cepet gede dan pake seragam merah putih.
Kayaknya keren....

Waktu di SD,
duh bosen lama banget 6 tahun SD....
Pengen banget cepet masuk SMP, biar keliatan udah jadi anak gede
lagian seragamnya keren putih biru...
Biru gitu lho...

Waktu di SMP,
pengen banget cepet2 masuk SMA, katanya si pelajarnnya lebih menantang
terus, kan kalo dah masuk SMA berarti kita dah dewasa gitu ...

Waktu di SMA,
duh bosen 12 tahun pake seragam sekolah
Pengen cepet kuliah biar bebas pake baju apa aja..
Terus juga jam belajarnya nyantai sepertinya gak harus masuk jam 7 juga si....

Waktu dah kuliah..
Aduuuh pusing ... pengen cepet lulus en dapet kerja
biar bisa punya duit sendiri dan dikit2 bantu orangtua...

Waktu dah kerja..
Capek juga kerja ya...
Hmmm pengen deh segera mendapat pendamping hidup..

Waktu dah merit,
Duh pengen banget segera punya anak
biar rame nih rumah.....

Waktu dah punya 1 anak,
Duh kasian nih anak belom ada temennya
Pengen ah ngasih ade buat si kakak..

Anak masih kecil2..
Pengen deh cepet-cepet ngeliat tuh anak sekolah...

Anak dah menempuh jalur pendidikan sampai yang tertinggi
Pengen deh tuh anak cepet kerja
Biar bisa meringankan beban keluarga..

Duh anak dah cukup umur,
Pengen deh tuh anak segera menikah...
Biar ada yang bisa jagain...

Anak dah nikah...
Huwaaa pengen segera punya cucu....
Biar tambah rame nih keluarga..

Cucu udah semakin gede, udah sekolah, udah kerja, udah merit, udah punya anak juga...
Hmmm rasanya bahagia sekaliii..

Akhirnya pada suatu ketika, pasangan hidup kita dipanggil oleh Sang Kuasa...
Tibalah saatnya kita kembali sendiri..

Usia semakin tua,
perilaku kembali ke masa kanak-kanak..

Rasa bosan sudah menggelayuti
Capek hidup..

Rasa rindu pada pasangan hidup semakin menjadi
Ingin rasanya segera menyusul sang kekasih...

Terlebih lagi ingin pula menghadap Sang Maha Pemberi Kebahagiaan...

Akhirnya, suatu ketika Sang Pencipta memanggil kita kembali..
untuk mempertanggungjawabkan seluruh amal ibadah kita...

Ya akhirnya setiap manusia akan kembali pada Sang Pencipta..
Apapun prosesnya...

Thursday, July 26, 2007

EKSPRESI AURA KEJUJURAN

Pernahkah menatap orang terdekat ketika sedang tidur.......
Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur.
Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang.
Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun bisa jadi
akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Orang paling kejam di
dunia pun jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah bengisnya.

Perhatikanlah ayah Anda saat beliau sedang tidur.
Sadarilah, betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih,
betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai
terpahat di wajahnya. Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan kita,
anak-anaknya. Orang inilah yang rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan
pendidikan kita berjalan lancar.

Sekarang, beralihlah. Lihatlah ibunda Anda. Kulitnya mulai keriput dan tangan yang
dulu halus membelai- belai tubuh bayi kita itu, kini kasar karena tempaan hidup yang
keras. Orang inilah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita. Orang inilah yang paling
rajin mengingatkan dan mengomeli kita semata- mata karena rasa kasih dan sayang,
dan sayangnya, itu sering kita salah artikan.

Cobalah tatap wajah orang-orang tercinta itu...
Ayah, Ibu, Suami, Istri, Kakak, Adik, Anak,
Sahabat, Semuanya...
Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya.
Rasakanlah energi cinta yang mengalir perlahan saat menatap wajah yang terlelap itu.
Rasakanlah getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya
pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan anda.
Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalahpahaman kecil yang entah kenapa
selalu saja nampak besar. Secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu bisa
tampak lagi melalui wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur. Pengorbanan yang
kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan. Dan ekspresi wajah ketika tidur
pun mengungkap segalanya.

Tanpa kata, tanpa suara dia berkata... "betapa lelahnya aku hari ini".
Dan penyebab lelah itu? Untuk siapa dia berlelah-lelah? Tak lain adalah kita.
Suami yang bekerja keras mencari nafkah, istri yang bekerja keras mengurus dan
mendidik anak, mengatur rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan
hari-hari suka dan duka bersama kita.

Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap
wajah-wajah mereka. Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuan seketika
membuncah jika mengingat itu semua.

Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika hari- hari esok mereka
"orang-orang terkasih itu" tak lagi membuka matanya...

----
Taken From a letter from a friend

Wednesday, July 4, 2007

Pelajaran 2 minggu ini....

Terkisah, 25 Juni sampai 7 Juli 2007 ....

banyak hal yang aku harus dan harus bisa kupelajari dari 2minggu ini...

  • Keistiqomahan = kekomitmenan = keprinsipan: yaitu kekuatan aku untuk memegang prinsip yang sudah aku buat. Prinsip yang aku pegang setelah belajar dan memahami sesuatu. Prinsip yang aku dapatkan setelah menyadari bahwa Allah memang MEMERINTAHKAN dan MELARANG sesuatu benar-benar UNTUK KEBAIKAN hamba-hamba NYA...
  • Keikhlasan: yaitu kekuatan untuk mengikhlasan semua yang harus aku berikan untuk kebaikan orang lain...Dan sebenarnya kebahagiaan orang lain pun sebenarnya kebahagiaan kita juga. Karena kita saling BERSAUDARA..
  • Kebertanggung jawaban: yaitu kekuatan untuk siap bertanggung jawab atas apa-apa yang aku lakukan. Bertanggung jawab untuk memperbaiki kesalahan yang aku buat sendiri. dan juga TANGGUNG JAWAB terhadap hak terhadap diri sendiri...
  • Kemudah memaafkan: yaitu kemampuan untuk MEMAAFKAN kesalahan diri sendiri dan kesalahan ORANG LAIN tentunya. Karena ALLAH MAHA PEMAAF. Kenapa, kita sebagai manusia biasa mau bersombong diri untuk tidak memaafkan orang lain..
  • Kesabaran: yaitu kemampuan untuk bersabar, bersikap tenang atas hal-hal yang tidak kita inginkan. Tetap menahan emosi, tetap tersenyum, dan tetap meyakini bahwa semua kejadian pasti ada HIKMAHnya.
  • Keyakinan akan TAKDIR: yaitu keyakinan bahwa ALLAH memiliki RENCANA YANG LEBIH BAIK untuk kita lebih dari rencana manis dan indah yang kita BAYANGKAN.
dan yang pasti:
  • KEOPTIMISAN: Keyakinan atas JANJI ALLAH bahwa ALLAH TIDAK AKAN MEMBERIKAN BEBAN YANG TIDAK SANGGUP DITANGGUNG HAMBANYA..

Mudah-mudahan saya benar-benar bisa mempelajari dan mengamalkan semuanya dengan baik..

Saturday, June 23, 2007

God is thinking of something better to.

No one can go back and make a brand new start.
Anyone can start from now and make a brand new ending.
God didn't promise days without pain,
Laughter without sorrow,
sun without rain,
but He did promise strength for the day,
comfort for tears,
and light for the way.

Disappointment are like road humps,
they slow you down a bit,
but you enjoy the smooth road afterwards.
Don't stay on the humps too long.
Move on!

When you feel down because you didn't get what you want,
just sit tight and be happy,
because God is thinking of something better to.

When something happens to you, good or bad,
consider what it means.
There's a purpose to life's events,
to teach you how to laugh more or not cry to hard..

------------
iye..iye..ini juga bukan tulisan asli gw...dari temen koks...
kagak mungkin kan gw nulis cakep begini....
*prepare ditanya tulisan ini dari siapa..hehehe*

Thursday, June 21, 2007

bukan...

Bukan...
    bukan aku tidak bisa menahan amarahku...
       tapi, aku hanya ingin meyakinkan pikiranku bahwa tiada gunanya kemarahan itu..

Bukan...
   bukan aku sedang tidak bisa tersenyum..
      tapi, aku hanya ingin merasakan suramnya dunia tanpa senyuman...

Bukan...
   bukan aku tidak dapat mengikhlaskan...
      tapi, aku hanya ingin sedikit memberikan hak atas apa yang ingin aku miliki...

Bukan...
   bukan aku sedang tidak tegar...
      tapi, aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi orang lemah...

Bukan...
   bukan aku sedang tidak bisa mandiri...
      tapi, aku hanya ingin merasakan bagaimana kehidupan yang tergantung pada orang lain...

Bukan...
   bukan aku sedang tidak peduli..
      tapi, aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya hidup tanpa orang lain...

Bukan...
   bukan aku tidak bersyukur...
      tapi, aku hanya ingin .... ingin mendapatkan apa yang aku inginkan..

Dan tentunya bukan...
   bukan, aku bukanlah manusia luar biasa...
       AKU HANYALAH MANUSIA BIASA....
       yang terkadang memiliki ego yang lebih besar daripada logika....

Karena itu, aku butuh Engkau, yang kan selalu membimbingku ke jalan yang benar...
Maafkan aku Allah....