Showing posts with label justthinking. Show all posts
Showing posts with label justthinking. Show all posts

Saturday, April 22, 2017

Life is full of surprises

Life is full of surprises...
Ketika suatu malam aku kesel nangis karena ngerasa gagal kerjain ulangan MTK pas SMP kelas 3 (iyaa saya emang gila belajar duluuuu), tau2 aku ternyata dapat nilai tertinggi dan cuma salah 1 aja. Haha padahal semalam nangis sampe robek2 kertas gitu 😁

Life is full of surprises...
Ketika tiba2 suatu ketika di dalam kelas, seorang guru marah kepadaku dengan kata2 yang sangat menyakitkan.
Surprise banget.
Karena beberapa menit sebelumnya beliau masih senyum menyapa aku yang lagi meringkuk di kursi meja karena lagi kram haid.
Surprise banget.
Karena beliau menuduhku melakukan suatu hal yang sama sekali gak aku lakukan. Hanya karena beliau sering terbolak balik antara aku dan seorang teman.
Kejadian itu membuat aku tahu aku punya sahabat2 yang peduli yang siap membela aku.
Kejadian itu juga membuat beberapa guru datang ke aku dan bilang bahwa percaya bukan aku yang melakukan.
Kejadian itu juga membuat aku pertama kali dengan tegap berani menghadap beliau untuk menjelaskan bahwa bukan aku pelakunya.
Dan kejadian itu membuat aku untuk pertama kalinya nangis sesenggukan di depan bapak saat pulang ke rumah.
Dan mendapatkan nasihat pertama kali dari bapak untuk mendoakan orang yang berbuat zalim kepadaku.
Yes karena aku jarang banget bicara dari hati ke hati dengan bapak.
Aku hampir gak pernah curhat.
Tapi saat itu karena aku bener2 down sampai menangis semalaman.

Life is full of surprises
Ketika teman2 menerima undangan pernikahanku dengan seseorang yang tidak mereka kenal sama sekali.
Sedangkan mereka berfikir aku akan menikah dengan X atau Y atau Z
Surprise juga bagi keluarga besarku, karna untuk pertama kalinya ada anak yang menikah dengan seseorang yang baru ketemu 2x.
Dan surprise juga dengan diriku sendiri ketika aku mempersilahkan 'si dia' untuk datang aja ke rumah kalau memang serius.
Sedangkan sebelumnya aku menolak seseorang dengan alasan 'apaan siii... belum terlalu lama kenal jugaa'.
Dan akhirnya setelah proses lamaran penuh drama karena keluarga suami telat datang dari Bandung, Alhamdulillah kami menikah dan tahun ini tahun ke 8 bagi kami.

Life is fully of surprises,
Ketika belum sampai sebulan aku kerja di suatu PT dekat rumah, aku diminta mengundurkan diri karena skill ku gak akan dipake lagi. Padahal sesaat sebelum aku masuk kerja, suamiku juga resign krn mau mulai bisnis.
Akhirnya kami berdua jobless...

Then life is fully of many surprises...
Di tengah keterpurukan tersebut,
Aku hamil anak ke-2
Amazing ya cara Allah mengatur hidup hamba2Nya...
Benar2 di luar rencana kami.
Tapi nyatanya Allah memampukan kami melewati semuanya sampai kami meyakini betul firman Allah bahwa
'bersama kesulitan ada kemudahan'
'Allah tidak akan memberi beban diluar kemampuan hambaNya'

Dan kemudian tentu hadir kembali banyak kejutan2.
Baik menyenangkan menurut kami, atau menyedihkan.
Berupa kesulitan berupa kemudahan dll...
Berupa pertemuan maupun perpisahan..
Berupa kehidupan maupun kematian...

Termasuk kejutan ketika aku hamil anak ke3 tepat setelah aku memutuskan untuk kembali ngantor.

Termasuk kejutan ketika seorang Pinky tiba2 menulis pesan perpisahan di group WA kantor kami.
Padahal 1 jam sebelumnya aku masih nanya2 ttg suatu hal yg berhubungan dengan HR.
Dan kabar itu bener2 buat saya shock, sampai saya jadi melakukan apa yg disebut TimeLost.

But it's life..
Ada yang datang ada yang pergi.
Persis ketika Upin Ipin sedih ketika ditinggalkan cikgu Jasmin.

Dan sebegitu takutnya dengan kehadiran cikgu baru. Namun ternyata UI dapat cikgu yang sama baiknya yaitu cikgu Melati. Hahahaha referensinya UI terus yaaaa...tontonan tiap hari soale 😂

Dan kemudian bumi akan terus berputar terhadap porosnya (rotasi)
Dan berputar mengelilingi matahari (revolusi)
#pelajaranIPA 😗

Dan kita pun terus harus berjalan terus ke depan mengemban amanah kita sebagai khalifah di muka bumi.
Sampai pada titik Tuhan mengizinkan untuk berhenti dan melaporkan kembali kepada Sang Pencipta akan apa yang kita lakukan di muka bumi.

Tentu selayaknya kita ingin mendapatkan penilaian baik dari bos, customer, orangtua, mertua dll,
Kita juga ingin mendapatkan penilaian baik dari Sang Pencipta.

Jadi, mari nikmati semua kejutan2 kehidupan ini.
Sambil kita terus mengumpulkan laporan2 kebaikan kita untuk Sang Pencipta.

Demikian.
Semoga bermangpaat 😊😊

posted from Bloggeroid

Monday, March 20, 2017

A childhood stories: Me vs Sayyid

Sebelumnya pagi ini,
Sayyid pulang main langsung ke kamar.
Saya tahu Sayyid lagi ngambek...

Gak perlu tanya kenapa, karena saya sudah tahu penyebabnya,
Dan benar gak lama teman2nya sekitar 6 apa 7 (lupa) datang ke rumah manggil Sayyid.

Akhirnya sayyid cerita sambil sesenggukan, kalau sayyid ikutin temen2nya naik sepeda dengan jalan kaki. Karena sepeda sayyid rusak padahal baru juga dibenerin gak sampe sebulan udah rusak lagi. Bannya nempel gitu.

Ini foto pas sepedanya baru dibenerin hehe



Nah lanjut ke cerita sayyid, kenapa nangis? Karena Sayyid ditinggal sama temen2nya duluan. Yaiyalaah temen2nya naik sepeda, dia lari juga gak bakal kekejar.

Terus temen2nya datang mau ngapain?
Minta maaf.. so sweet banget siiih...

Terus aku tawarin solusi dibonceng, tapi gak ada yang bisa. Akhirnya temennya bilang, minjem sepeda X aja yuk.
Yaudah aku bilang, minta izin dulu gih sama Ibunya. Terus temen2nya ngajak keluar utk minjemin sepeda.
Sampai sekarang belum pulang, mudah2an happy ending :)

Seneng lihat sayyid banyak temen main di rumah. Meskipun dengan lika liku yang kadang menguras hati, tapi ini yang sejujurnya buat saya masih maju mundur mau jual rumah dan pindah.

Karena memang dulu harapan saya punya rumah yang akan membuat sayyid banyak temen.

Ini seperti balas dendam pribadi, karena saya waktu kecil gak ada teman main di rumah, selain teman sekolah yang itupun jaraknya gak deket juga.

Terlebih lagi karena beda wilayah.
Rumahku bisa dibilang di kampung, meskipun pas di samping komplek, sedangkan teman terdekat ya di komplek.
Perbedaan wilayah ini bisa dibilang beda status sosial juga.
Ini yang bikin aku juga suka minder.

Bisa dibilang aku gak punya apa yang mereka punya.
Saat teman2 sudah punya sepeda, aku gak punya. Dan cukup senang ketika teman nyamperin ke rumah dan ajak aku boncengan, meskipun ujung2nya mereka berantem krn gak mau gantian bonceng aku. Dan aku? Si pendiam ini? Ya diam saja sampai dianterin balik ke rumah.

Saat teman2 asyik2 main sepatu roda, aku cukup lihat dari balik jendela, karena sampai aku lihat harga sepatu roda sudah turun, orangtuaku tetep gak sanggup beliin.

Entah sejak kapan ya aku paham aja, kalau sulit untuk minta beliin apa2 yang lagi trend saat itu.

Jadi gak pernah maksa2 juga, sampe dewasa pun bisa dibilang aku jarang banget minta beliin yang gak penting2 amat.

Bahkan untuk yang penting pun kayak buku, kalau aku masih bisa minjem temen atau perpustakaan ya gak minta beli juga.

Kami memang saat itu ya hidup berkecukupan aja. Prinsip mama bapak yang penting bisa makan bisa sekolah.
Dan Alhamdulillah, saya gak tahu gimana cara mama bapak mendidik kami, ya kami 5 bersaudara gak terlalu banyak menuntut ini itu juga.

Dan alhamdulillah dari keterbatasan tersebut, kami ber-5 bisa mengenyam pendidikan sampai universitas.

Cuma mungkin ada 1 moment yang melekat banget di ingatan saya, ketika kecil menjelang lebaran, bapak pernah tulis surat terbuka ke anak2nya di balik kalendar. Yang intinya minta maaf karena tahun tersebut bapak gak bisa beliin baju lebaran.

Padahal buat aku, baju lebaran itu penting banget karena aku bisa punya baju sendiri, bukan lungsuran dari kakakku. Hehe. Karena aku punya 2 kakak perempuan, jadi biasanya ya baju yang aku pake ya bekas kakak aja :D

Nah karena kondisi macam tersebut plus yang emang dasarnya saya pendiam dan introvert, jadi gak punya banyak temen dan gak pandai bergaul juga.

Tapi efek baiknya, saya saat itu ya mandiri aja, terbiasa main sendiri, jadi gak terlalu bergantung sama teman juga.

Sedangkan Sayyid, udah stress banget kalau lagi gakda teman,
Kalau ada kesempatan yang pas, ya saya ajak main. Sekedar cerita ini itu, main domikado, dll yant bisa menyalurkan ke-"cerewet"-an Sayyid.

Atau kalau mood nya lagi bagus ya main mainan sendiri, tapi kalau lagi ada adiknya yang susah, ujung2nya berantem rebutan mainan.

Dan efek lainnya, sayyid suka ikut arus.
Kalau yang baik ya gapapa, tapi kalau sudah ada yang gak sesuai dengan prinsip kami, ya tentu saya beritahu bahwa tidak semua yang dilakukan teman, harus diikutin. Sayyid harus jadi diri sendiri, jadi contoh yang baik, blablabla

Wallahu'alam deh...
Dengan segala keterbatasan saya sebagai seorang Ibu, saya hanya berharap Allah memampukan saya dan suami untuk mendidik anak2 kami menjadi anak sholeh.

Demikian cerita hari ini, kapan2 dilanjut.

Ohya, sepeda sayyid akhirnya dibenerin tetangga depan. Alhamdulillah :)

posted from Bloggeroid

Friday, March 17, 2017

That insecure feeling

Apaan sik? Udah emak2 bacanya webtoon gyahahaha
Karena gak kesampean baca novel, terus baca status temen ttg webtoon langsung deh nyamperin, eh ternyata lumayan ada hiburan gratis. Eh gak gratis juga sii.. nyedot kuota banget pastinya hahaha

Tapi ini ada suatu komik judulnya Pasutri Gaje.
Lihat dari skrinsyut di bawah ini, ngerti kan maksudnya. Buat emak2 pasti paham.



Yappp.. that insecure feeling.
Could be happen to every wife.
Mau baru nikah kek atau udah punya anak 3 kayak saya,
Perasaan itu suka hadir...

Perasaan kayak... "Istri macam apa saya ini... Blablabla..."
"Aku dah gak cantik lagi ya?"
"Aku istri yang nyebelin ya?"
Apalagi kalau dulu sang suami punya masa lalu, mulai deh dibanding2in dengan masa lalu tersebut.

Intinya mulai nangis bawang merah sampe nangis darah #halaah

Apalagi di tengah berita perceraian yang acapkali muncul, berita perselingkuhan, sampai berita poligami... Whoaaaa pusing gak siii..

Seorang kawan pernah bilang salah satu alasan beliau bekerja adalah, "duuh mbak... XYZ aja yang udah nikah lama, punya banyak anak terus akhirnya poligami"

Intinya saat itu beliau merasa insecure, dan akhirnya jaga2 kalau pada akhirnya pernikahannya harus berakhir krn suami akhirnya selingkuh atau apa.

Terus saya sendiri pernahkah merasa insecure seperti itu? Merasa kehilangan kepercayaan diri sebagai istri dll?
Pernahlah..
Karena saya pun wanita, apalagi kalau lg PMS beeuuuh nano2 rasanya.

Terus penyebabnya apa selain pms? Adalah... Sepanjang hampir 8 tahun nikah tentu mengalami banyak sekali kerikil2 mulai kecil sampai besar. Eh yang besar mah batu yaa #halaah

Apalagi kami menikah tanpa melalui proses pacaran. Baru sekali ketemu, sang yayang udah berani ngajuin diri, mungkin karena saya dulu cakep banget #bwakakakak

Terus gimana?
Awalnya saya pendem aja...
Tapi saya pikir, "he should be know. I am his wife!"
Yaaa saya ceritain ke suami blak2an apa yang saya rasain,
Bukan cuma untuk mengeluh, tapi memang untuk cari solusi.
Bagaimanapun pernikahan itu kan bukan cuma kehidupan bersama sebentar, tapiii insyaAllah seumur hidup.
Kalau salah satu merasa gak nyaman, pasti gak enak banget tho...

Jadi saya sampaikan apa adanya ke suami, kemudian mengalirlah segalanya, yang intinya buat saya lega sudah cerita, dan suamipun jadi lebih paham dengan saya. Yang pada akhirnya perasaan insecure tersebut berangsur2 lenyap...

Jadi, the point is KOMUNIKASI.

Menurut saya komunikasi adalah hal yang paling penting dari sebuah pernikahan selain komitmen, dan ilmu.

Sebegitu banyaknya pernikahan yang hancur, karena sulitnya komunikasi antara suami istri
Ujung2nya bercerai karena alasan "sudah tidak ada kecocokan lagi"

Memang komunikasi bukan hal yang mudah, makanya ada jurusannya sendiri tuh di Universitas "Ilmu Komunikasi"
Betul kaan?

Udah segini dulu bahasan sok seriusnya,
Cuman supaya gak terlalu merasa bersalah kebanyakan baca webtoon wkwkwk

Semoga yang sudah menikah dan mau menikah ditambahkan ilmunya untuk mencapai keluarga sakinah mawaddah warahmah. Aamiin :)
posted from Bloggeroid

Tuesday, February 21, 2017

Banjir hari ini... Masih manusia kah kita!?

Lagi rame bahaa banjir Jakarta..
Eh padahal terjadi juga di daerah lain, termasuk kotaku tercintah Bekasi..
Tapi Alhamdulillah rumahku dan segala akses menuju kantor, sekolah Sayyid (Sekolah Model Insan Madani) gak kena banjir.

Jadi yang lagi cari rumah, bolehlah mampir ke rumahkuu.. insyaAllah mau dijual wkwkwkw malah promosi...

Terus keributan lebih kepada... Ada sebagian orang yang seolah2 bilang "rasain loo Jakarta.. pada sombong sii bilang karena Ahok jadi gak banjir lagi"
Atau statement lainnya..

Serius... Saya sedih baca status2 macam itu..
Biarlah ada sebagian orang yang jumawa merasa Pilihannya itu the best ever forever dan er er lainnya..
Tapi ya sudahlaah...
Biarin itu dosa kejumawaan (kalau memang dinilai sbg dosa) biar mereka sendiri yang mendapatkan nilai minus di sisi Tuhan.

Percayalah masih buaaanyaaak pendukung Ahok yang masih lurus pemikirannya...

Cukuplah pasang2 status yang nyinyirin perilaku para pendukung2 Beliau yang kadaang memang berlebihan...
Sama aja si dengan pendukung paslon lainnya banyak juga yang berlebihan.

Karena yang berlebihan itu tidak pernah baik.

Selanjutnya???!
Kedepankan empati, simpati kawan.
Kalau gak bisa bantu materi, cukup diam sambil berdoa.
Dan teruslah bersyukur kalau lokasi kita aman dari bencana banjir...
Karena dengan syukur Allah akan menambah nikmat kita...

Rumah saya pribadi memang gak kena banjir, tapi kami mendapat musibah kecil.. bocor dimana2, kemudian pompa air kerendem dan listrik konslet.
Suasana seperti itu aja cukuup banget bikin perasaan galau tak terkira...
Apalagi udah akhir bulan wkwkwkwk

Dan aku bayangiin... Gimana itu para korban banjir... Yang rumahnya 2 lantai aja pasti tetep panik luar biasa, dan rugi materil yang tidak sedikit...


Kalau ada yang bilang ini azab krn memilih pemimpin Beliau...
Terus Bekasi banjir karena apa??

Ya Allah...ampuni kami..

So, please kawan stop pasang status, komen yang menghilangkan esensi empati dan simpati pada para korban banjir.
Karena mereka manusia .. sama seperti kita.
Masih manusia kan kita!?

Dan semoga banjir di manapun cepat surut.
Termasuk di Bekasi.
Aamiin yaa robbal 'alamiin



Di atas foto banjir di kali malang.

Src: http://m.rmoljakarta.com/news.php?id=2003

posted from Bloggeroid

Sunday, February 12, 2017

Jika aku jadi orang jakarta part 2

Seriusan tangan saya gatel banget pingin ngeluarin uneg2 ini...

Seiusan ini medsos isinya udah kayak perang dunia maya haha...

Oke, kalau saya lihat ada 2 kubu utama di Pilkada DKI ini
1. Pro Ahok
2. Asal bukan Ahok

Perangnya terutama antara paslon 2 dengan 1 dan 3

Sebagian besar Pro-Ahok karena memang merasa Ahok itu the best governor sepanjang masa (katanya selain Bapak Ali Sadikin).
Katanya sejak Ahok memimpin buaaanyak banget perubahan di kota jakarta ini...
Okeh catet.

Sedangkan kubu ke-2, sebagian besar terbagi lagi menjadi 2 tipe:
1. Muslim Yang mendasari karena keimanan kepada Perintah Allah yang dipercayai memang melarang memilih pemimpin non-Muslim (salah satunya QS. Al-Maidah ayat 51)
2. Non-muslim atau sebagian muslim yang karena emang 'sebel' banget sama 'attitude' nya Ahok terutama lisannya + masalah reklamasi + penggusuran + kasus sumber waras + dan beberapa kasus lainnya

Kemudian terjadi perdebatan terutama karena Perbedaan Penafsiran QS Al-Maidah 51.
Kubu Pro-Ahok memiliki penafsirannya sendiri dengan berpegangan rujukan dari sejumlah ulama,
Begitupun Kubu Asal Bukan Ahok dengan berpegangan pada fatwa ulama yang jumlahnya (saya amati) lebih banyak daripada kubu Pro Ahok

Kemudian ada sejumlah statement dari salah satu kubu...
ahh itu mah kubu si B cari2 aja referensi dari ulama yang sepemahaman....
Laah padahal mah kubu si A juga...
Kata kubu si B jangan saklek2 banget napah...
kata kubu su A masuklah Islam secara kaffah..
terus kubu si B bilang... terus ngapain masih main2 di FB yang jelas2 punya orang kafir
terus kata si A blablablabla
terus kata si B blublublublu

terus ada lagi yang bilang.. halaah itu mah ayat cuma dipolitisasi aja...
jadi jangan salahkan Ahok saja kalau beliau bilang "Jangan mau dibohongi pakai Al-Maidah 51"
karena saya rasa sebagian Muslim pun berpendapat demikian
Sebagian Muslim merasa Ayat suci tersebut cuma dijadikan alat politik aja. yang penting bukan Ahok.

Terus ada lagi yang bilang "haalaah partai X itu aja pernah kok dukung non muslim"
jadi beneran emang cuma politik aja
udah gituuu masing2 punya alasan
masing2 bisa ngeles
intinya masing2 mempertahankan pendapatnya

terus kalau saya sendiri gimana?
Saya sendiri salah satu Muslim yang diberikan pengetahuan tentang Larangan Memimpin Non Muslim itu sejak?? Yap sejak SMA, seingat saya si pas Rohis dan itu terpatri banget di otak saya sampai saat ini.
Dan saya tidak merasa perlu mencari sanggahan atas ayat ini...
Karena apalah saya ini... cuma salah satu hamba Allah yang sangat fakir ilmu gak berani teramat sangat menentang para ulama...

Eh tapi kan partai X itu pernah kok dukung non muslim.. Lah terus napah?
Emang partai X itu pedoman hidup kita?
Sabodo amat dengan kebijakan partai X tersebut...
partai X itu pun juga kumpulan manusia koks...

Lagian lihat isi partai pendukung si 1 dan 3
Banyak yang korupsi?
Laluuuuuuuu? apa iya partai pendukung 2 bersih dari korupsi? hayo hayo hayo coba hitung2 lagi..
banyak beuttt

Jadii kawan, jangan mengira kawan2 kita yang tidak memilih Ahok karena alasan menjalankan keyakinan kami terhadap Perintah Allah di QS Al Maidah 51 itu karena hanya diperalat oleh para partai politik, dibohongi...
Kamiiii cuma merasa berkewajiban untuk memilih sesuai dengan petunjuk yang kami yakini..
Bukan bukan.. itu bukan sekedar perbedaan pendapat seperti Qunut, tahlil dan sebagainya...
tapi lebih dari itu...
Kami merasa cinta kami kepada Tuhan kami HARUS JAUH LEBIH diutamakan dibandingkan Keinginan kami untuk melihat Jakarta lebih maju atau apalah sebutannya.

Karena pada akhirnya bukan Ahok atau siapapun yang membuat kami Bahagia, yang membuat kami sejahtera... Semua itu adalah karunia dari Tuhan kita.. Allah S.W.T

Dan kok pada akhirnya kita suudzon banget siik sama calon nomor 1 dan 3.
Seolah2 kalau calon nomor dan 3 itu yang memimpin, jakarta akan hancur lebur.. akan kembali banjir.. akan kembali kacau...

Terus jadii kalau aku jadi orang jakarta, akan milih siapa?
Aku akan milihhh balik lagi jadi orang Bekasi wkwkwkwkw

Udah aaahhh
Once again
Selamat memilih Hai Jakarta

Please respect each other
jauhi prasangka
jauhi kampanye hitam
jauhi bermusuhan karena beda pendapat

Semoga 15 Februari nanti aman tentram ya
Siapapun yang terpilih nanti.. ikhlas saja...
Seperti yang saya bilang di atas
"Karena pada akhirnya bukan Ahok atau Anies atau Agus yang membuat kami Bahagia, yang membuat kami sejahtera... Semua itu adalah karunia dari Tuhan kita.. Allah S.W.T"

Dan selamat libur buat saya dan semua yang tidak ikut pemilu nanti....Yeiyyyyyyyyyyyyy





Tuesday, December 15, 2015

Belajar dari MJ

Bismillahirrahmaanirrahiim

lagi mentok banget niih
jadi nge-blog ajah

karena tiba2 di timeline muncul berita2 ttg MJ dikarenakan ada beberapa teman yang komen di artikel2 tsb...

terus aku mikir...
ohh okay mungkin MJ dulu salah...
tapi ya udah terlanjur terjadi...

She married now and having kids with him...

Tapi efeknya luar biasa...
MJ punya buaanyak banget haters
Sedangan ME jadi terlalu sering dipuja puji...

tapii MJ itu juga manusia
oke mungkin dia salah duluuu
tapi she is only human...

Who are we? are we a God??

berhak gitu mencaci maki MJ dengan segala cercaan kasar dan hina

aku malah mikir...
mungkin MJ salah
terus dia tobat dan sudah minta maaf pula ke ME

terus beruntungnya MJ sekarang
dengan berbagai hinaan cacian yang disampaikan banyak haters
kemudian mungkin dia bersabar dengan sesabar2nya

Gilak!! dicaci hampir seluruh wanita Indonesia mungkin!
terus dia tetep aja berdiri tegak!
percaya diri !
sabar dah!

bisa jadi dengan bersabar, dosa2nya berguguran
kemudian malah menjadikan MJ memiliki nilai lebih dibanding haters
yang gak berhenti2 juga mengeluarkan hinaan cacian kepada MJ

Apakah ada setitik saja pahala bagi setiap cacian yang keluar dari mulut kita?
Yang ada nambahin titik2 dosa aja...

Jadi just stop it!
urus dosa masing2 aja.. tobat dengan dosa masing2...
gak usah tetiba jadi Tuhan yang merasa punya hak menghukum manusia lain...
lalu berbangga menghina manusia lainnya...

Masing-masing kita punya aib
dan Allah menjanjikan untuk menutup aib kita...

Demikian
Kembali ke Laptop!!

~mudah2an nasib saya gak sama dengan om Dedy Corbuzier #eeh

Thursday, September 3, 2015

seriously i just wanna crying

seriously i just wanna crying.....

kalau lagi lihat seseorang yang merasa 'pintar' dan 'hebat'
dalam segi ilmu terutama ilmu agama

terus bikin suatu postingan dengan kata2 kasar ke seseorang yang dianggap salah dan bersebrangan


yang saya tahu AllahS.W.T dan Nabi Muhammad S.A.W tidak mengajarkan demikian...

mari kita menjaga lisan dan tulisan kita...
status di FB dan di media sosial lainnya
tidak beda dengan ucapan lisan kita
semua dipertanggungjawabkan


#notetomyself

Sunday, July 19, 2015

Udah tahu salah ngapai diikutin??

Bismillahirrahmaanirrahiim

Jadi ceritanya suatu ketika di kelas 3 SMA, guru MTK tdk masuk, sebagai gantinya disuruh kerjain tugas.

Krn gakda yang mengawasi jadi agak chaos kondisi kelas. Sebagian malah gak ngerjain sama sekali.
Sedangkan saya awalnya udah semangat ngerjain, jadi ikutan malas juga.

Lalu datanglah seorang teman.
Ngajak ngerjain bareng. Terus pas tahu saya malas ngerjain krn yg lain gk ngerjain, teman saya bilang kira2 begini "yaa gak usah ikutab yang lain lah... kerjain kerjain aja... ngapain ikut2an. Udah tahu salah malah diikutin" #jlebbb itu nusuk banget tapi benerr
*halo Agam, masih inget? Mungkin ini omongan lo yg paling bener selama temenan sama lo wkwkwk*
Setelah itu ya langsung saya kerjain, meskipun tanpa temen saya itu..

Dan omongan macam itu sangat membekas sampai saat ini.
Seringkali saya lontarkan ucapan yg sama utk diri saya sendiri dan juga untuk anak-anak.

Yang sering ya ke sayyid.
Contoh ketika sayyid main sama teman2, terus melakukan hal yg sudah dari awal tidak baik.
Seperti pipis di sembarang tempat (pohon, pagar dll)bukan di WC.
Ketika saya peringatkan, sayyid bilang begini, "temen2 aid juga pada begitu.. gapapa"
Lalu ya saya lontarkan ucapan sperti di atas.. intinya ya jangan ikutin yg udah tahu itu salah... aid harus jadi diri sendiri.. harus jadi contoh yg baik. Bukan malah ikutin contoh yg tidak baik..
Agak berat gak siih?
Menurut saya sih nggak.. itu ajaran baik yang sangat dasar... berharap jadi karakter yg baik...

Contoh besar yg terjadi di hari raya kemarin. Kasus Tolikara.
Sungguh saya menyesali kejadian tersebut.
Dan sangat terluka.
Saya bisa merasakan bagaimana perasaan kaum muslimin d sana yang berduka di saat seharusnya semua tersenyum bahagia.

Tapi saya juga sedih dengan pendapat yg berseliweran di dunia maya.
Kira2 begini.. "kaloo orang Muslim yg melakukannya, pasti udah rame .. beritanya gak adil... nanti ujung2nya umat Muslim yang dicap teroris, ekstrimis dan lain lain...
Sedangkan kalau umat lain yg melakikan, cuma dibilang oknum.."

Lah terus??? Dengan dasar itu, apa kita juga harus menghakimi seluruh umat Nasrani sebagai biang kerusuhan. Menuduh semua umat Nasrani benci Muslim. Menuduh semua umat Nasrani biang kerok kerusuhan dll?

Padahal kita begitu marahnya ketika umat Islam dituduh teroris, kemudian mencap orang2 yg tidak adil itu dengan kata2 'manis'
Jadi, kita sadar kan kalau perbuatan mereka yg tidak adil itu salah??
Ya udah ngapain kita ikut2an melakukan kesalahan mereka?

Jadi diri sendiri aja.
Bukan balas dendam.
Tetap teguh dengan pendirian kita bahwa kita harus adil meskipun terhadap orang2 yang tidak adil dan membenci kita.
Semoga kebaikan kita membuat mereka menyadari kesalahan mereka.

Bukan malah sumpah serapah "rasain looo.. emang enak digituin!! Sama gw juga gak enak!!"

Demikian dari saya.
Semoga pelaku segera tertangkap.
Semoga 29 hari Ramadhan memberikan tambahan iman dan ilmu bagi diri kita sendiri untuk mengaplikasikan nilai2 Islam yang luhur.

Selamat hari raya Idul Fitri
Mohon maaf lahir batin

Dari seorang fakir ilmu, bukan ustadzah, bukan motivator.
Hanya ingin mengaplikasikan nilai2 Islam mulai dari hal yang paling sepele...

Wednesday, June 3, 2015

Separation anxiety

Separation anxiety means takut akan perpisahan...

Kata ini lebih banyak digunakan untuk anak terhadap orangtua terutama terhadap Ibunya...

Namun kata ini bisa bermakna lebih luas...

Ketakutan saya akan kehilangan orang-orang di sekeliling saya...
ya orangtua, suami, anak-anak, sahabat dan lain-lain...

Yap someday... somehow ... they will leave me...
and maybe I will leave them first...

for me...

I try to make it just one of a test from God..
just like other tests...

and it will pass and come and pass and come again...

because I am just a human
a really ordinary human

"We are continuously tested - either through blessings, to see how thankful we are or through trials, to see how patient we are."


Monday, October 27, 2008

12 tahun nikah?

Hehe lg pengen ngebahas aja...
huhu 12 tahun dah  nikah aja...
gw aja yang umurnya hampir 2 kalinya belon nikah juge....

wallahu'alam si... hanya Allah dan para pelaku yang tahu apa maksud semua itu...

tapi kalo jaman dulu si wajar2 aja ada bocah yang udah nikah...
ortuku juga nikah muda.. muda banget...

agak kontroversinya mungkin memang karena suaminya adalah laki2 yang lebih pantes dianggap bapak..

kalo menurut aku, kalau dia memang sayang sama anak2 kenapa gk dianggap anak aja anak tersebut, terus dirawat, disekolahin sampai setinggi2nya.. biar harkat dan martabat orangtuanya terangkat...

tapi... yaaaa gk tau juga..... gk mw berfikir buruk....


Sunday, September 14, 2008

La Tahzan for broken hearted Muslimah...

Abis baca buku karyanya Mba Asma Nadia lagi...
kali ini berisi kumpulan kisah2 nyata wanita2 yang pernah dilanda sakit hati... fuiiih...

Honestly, I ever felt that feeling... it's really hurt...

Disini aku akan berkomentar sedikit ... memang subjektif... tapi komentar ini bedasarkan buku yang aku baca itu... Jadi kalo komentarnya agak2 nyeleneh dikit dan bikin panas hati terutama cowok... maafkan...
Sekali lagi ini komentar subjektif yang hanya ada pada satu sisi... Sedangkan sisi lain bisa dibahas lain kali saja...

Dari beberapa kisah di buku tsb, ada 1 hal yang bisa mencakupi bebrapa cerita tsb... yaitu mengenai cowok yang suka memberi harapan semu kepada cewek...

Entah mengapa, entah apa yang dipikirkan kaum cowok tersebut ketika memberikan perhatian lebih ke seorang cewek...

Apakah cowok tersebut tidak pernah memikirkan bahwa cewek itu makhluk perasa... oke lah bisa dibilang ge-er an... tapi aku yakin hampir semua cewek akan menanyakan hal yang sama ketika diberi perhatian yang sudah mulai "aneh"... "Kenapa sih dia kok sebegitunya? Apakah ada maksud dibalik perhatiannya itu?" (Perhatian di sini beda ya dengan perhatian yang diberikan seorang sahabat)

Dan itu bukan cuman perhatian, bisa jadi kata2 yang disampaikan via sms, email, or alat komunikasi lainnya yang mulai menggelitik hati kaum cewek...

Duh cowok...  Sudahlah jangan pernah melakukan hal tsb kecuali kalau kalian berani dengan lantang menyampaikan alasan kenapa kalian melakukan hal2 spt itu... dan kalian berani bertanggung jawab untuk merealisasikannya..

Jangan membuat bimbang dan menyisipkan sedikit demi sedikit titik2 rasa yang entah akankah rasa itu terbalaskan atau akhirnya berujung rasa sakit (seperti beberapa kisah di buku itu).

Tahukan bahwa hati itu memiliki peran besar kepada wanita dalam proses pengambilan keputusan.

Sadarlah bahwa wanita itu perasa... dan lebih memliki kecendrungan untuk mempertimbangkan hati ketimbang pikiran...Dan janganlah salahkan cewek kalau akhirnya cewek merasakan demikian... Karena sudah sunatullah, Allah menciptakan laki-laki dan perempuan dengan karakter yang demikian berbeda.

Yaaa tapi kembali lagi, meskipun ini komentar secara subjektif aku juga sadar bahwa aku juga perlu mengingatkan diriku sendiri dan teman2 cewek lainnya. Agar jangan mudah terjerat hati dengan sikap2 spt itu...
Kembalilah untuk tundukan hati, perkuat dinding keimanan, perkuat doa dengan Sang Pencipta Cinta... agar selalu diberi petunjuk hingga kita bisa menemukan Pelabuhan CInta terakhir tanpa harus terpaut dahulu di pelabuhan yang salah...

Yah... memang kita harus siap patah hati jika kita berani jatuh hati...

Wallahu'alam ...


Monday, September 3, 2007

its complicated...

bingung...

bagaimana menyeimbangkan antara keinginan pribadi, cita-cita, harapan orang-orang sekeliling dan kenyataan....

semuanya harus seimbang bukan..??

kita gk bisa seenaknya egois dengan melakukan apa yang kita inginkan tanpa mempertimbangkan harapan orang sekitar meskipun apa yang kita inginkan itu adalah sebuah cita-cita besar...

dan kita juga tidak bisa seenaknya menyakiti diri sendiri dengan hanya melakukan apa yang orang sekitar harapkan hingga semuanya sangat bertentangan dengan keinginan pribadi bahkan menghancurkan cita-cita..

So, what should we do? just thinking carefully, jangan grasak grusuk, pikirkan baik buruknya... dan berdoa meminta petunjuk dari Sang Maha Pemberi Petunjuk..

Apa yang akhirnya terjadi? itulah kenyataan..

Selanjutnya adalah keikhlasan yang diperlukan untuk membuat kenyataan berubah menjadi sesuatu yang indah...